[Batu Akik] Penyebab hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501 diduga akibat awan Cumulonimbus
Penyebab hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501 diduga akibat awan Cumulonimbus. Beberapa waktu yg lalu / tepatnya hari Minggu, 28/12/204 adlh merupakan hari yg kelabu bagi sejarah penerbangan di Indonesia. Pasalnya, pesawat AirAsia berpenumpang 155 orang milik perusahaan penerbangan asal Malaysia tersebut dikabarkan telah hilang kontak dgn menara ATC (Air Traffic Control) Jakarta pd pukul 06.17 WIB setelah beberapa lama lepas landas dari bandara Juanda, Surabaya. Beberapa investigasi yg dilakukan oleh tim ahli aviasi menyebutkan jika faktor utama hilangnya pesawat diduga akibat kumpulan awan besar Cumulonimbus di jalur penerbangan pesawat rute Surabaya - Singapura tersebut.
Hal ni semakin diperkuat dgn laporan BMKG yg menyebutkan jika keadaan cuaca diatas Bangka Belitung pd saat peristiwa tersebut terjadi memang tengah kurang baik. Dugaan tersebut jg semakin diperkuat dgn laporan pihak ATC yg menyebutkan jika pilot pesawat sempat meminta untk menggeser haluan dan menaikkan ketinggian pesawat dari 32.000 kaki menjadi 38.000 kaki.
Awan Cumulonimbus adlh awan hujan yg terbentuk akibat anomali keadaan di atmosfer. Gumpalan awan basah yg padat ni biasanya menjulang tinggi hingga di ketinggian 48.000 kaki. Cumulonimbus jg dpt mengeluarkan petir dari inti awan. Pesawat yg memasuki awan ni biasanya mengalami guncangan / yg di sebut turbulensi.
Berdasarkan keterangan yg berhasil dihimpun hingga saat ini, pesawat yg dijadwalkan berangkat dgn tujuan Surabaya - Singapura tersebut hilang kontak di langit Bangka Belitung. Meskipun beberapa spekulasi menyebutkan jika faktor terkuat adlh dikarenakan cuaca, tapi hingga kini penyebab hilangnya kontak pesawat AirAsia QZ8501 seri Airbus A320 200 masih diselidiki oleh pihak yg berwenang. Selain faktor cuaca, hilangnya kontak dgn pesawat dpt dipengaruhi jg oleh beberapa faktor lainnya seperti malfungsi mesin akibat terjadinya penggumpalan es pd mesin (icing), pesawat distress / dlm keadaan darurat seperti menipisnya bahan bakar menipis dan lain sebagainya yg menyebabkan pesawat keluar jalur.
Menarik untk dibaca: #Kawasan jalan bebas motor di Jakarta
Berikut adlh analogi hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 dgn tujuan Surabaya-Singapura
- Pada pukul pesawat lepas landas Surabaya menuju Singapura. Pesawat berada di ketinggian 32.000 kaki.
- Kontak terakhir pilot pesawat dgn ATC Jakarta tercatat terjadi pd pukul 06.12 WIB. Dalam percakapannya, pilot mengkonfirmasi untk minta naik ke ketinggian 38.000 kaki.
- Pada pukul 06.16 WIB, pesawat masih nampak terlihat di radar ATC. Selang 1 menit kemudian pesawat hilang kontak. Pukul 06.18 pesawat tersebut posisinya hilang dari radar.
- Pada pukul 07.08 WIB, pesawat Air Asia dgn nomor penerbangan QZ8501 dinyatakan hilang oleh INCERFA.
- Pada pukul 07.28 WIB, pesawat meningkat statusnya menjadi ALERFA (dugaan hilang).
- Pada pukul 07.55 WIB, status pesawat ditingkatkan menjadi DETRESFA (resmi dinyatakan hilang).
Hingga berita ni diturunkan, keberadaan pesawat jenis Airbus A320 seharga 100 juta dollar asal Perancis tersebut masih terus dilakukan. Koordinasi pun telah dilakukan kepada Basarnas, TNI AL, AU dan beberapa pihak yg terkait. Menurut manifestasi data penumpang yg berhasil dicatat, penumpang AirAsia QZ8501 berjumlah 155 orang yg diantaranya terdiri dari 138 orang dewasa, 16 orang anak-anak, 1 orang balita, 2 pilot dan 4 orang awak kabin.
Menilik dari lokasi terakhir hilangnya kontak, pesawat memiliki kemungkinan yg besar untk melakukan pendaratan di air. Meskipun demikian tapi hingga kini pencarian terhadap hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 masih terus dilakukan. Beberapa negara tetangga seperti Australia, Malaysia dan Singapura pun jg telah menawarkan bantuan.
Berita hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 Airbus A320 tujuan Surabaya-Singapura saat ni jg telah menjadi fokus dunia dan masih menjadi trending topic Twitter dgn hashtag #QZ8501. Bagi Anda yg ingin mencari informasi terkait hilangnya pesawat AirAsia bisa langsung menghubungi Call Center AirAsia Surabaya di nomor telepon 031-8690945 / Call Center AirAsia Jakarta di nomor telepon 021 - 55912648 / 29270811.
Hal ni semakin diperkuat dgn laporan BMKG yg menyebutkan jika keadaan cuaca diatas Bangka Belitung pd saat peristiwa tersebut terjadi memang tengah kurang baik. Dugaan tersebut jg semakin diperkuat dgn laporan pihak ATC yg menyebutkan jika pilot pesawat sempat meminta untk menggeser haluan dan menaikkan ketinggian pesawat dari 32.000 kaki menjadi 38.000 kaki.
Awan Cumulonimbus adlh awan hujan yg terbentuk akibat anomali keadaan di atmosfer. Gumpalan awan basah yg padat ni biasanya menjulang tinggi hingga di ketinggian 48.000 kaki. Cumulonimbus jg dpt mengeluarkan petir dari inti awan. Pesawat yg memasuki awan ni biasanya mengalami guncangan / yg di sebut turbulensi.
Berdasarkan keterangan yg berhasil dihimpun hingga saat ini, pesawat yg dijadwalkan berangkat dgn tujuan Surabaya - Singapura tersebut hilang kontak di langit Bangka Belitung. Meskipun beberapa spekulasi menyebutkan jika faktor terkuat adlh dikarenakan cuaca, tapi hingga kini penyebab hilangnya kontak pesawat AirAsia QZ8501 seri Airbus A320 200 masih diselidiki oleh pihak yg berwenang. Selain faktor cuaca, hilangnya kontak dgn pesawat dpt dipengaruhi jg oleh beberapa faktor lainnya seperti malfungsi mesin akibat terjadinya penggumpalan es pd mesin (icing), pesawat distress / dlm keadaan darurat seperti menipisnya bahan bakar menipis dan lain sebagainya yg menyebabkan pesawat keluar jalur.
Menarik untk dibaca: #Kawasan jalan bebas motor di Jakarta
![]() |
| Air Asi A320 image credits: events.airbus.com |
Berikut adlh analogi hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 dgn tujuan Surabaya-Singapura
- Pada pukul pesawat lepas landas Surabaya menuju Singapura. Pesawat berada di ketinggian 32.000 kaki.
- Kontak terakhir pilot pesawat dgn ATC Jakarta tercatat terjadi pd pukul 06.12 WIB. Dalam percakapannya, pilot mengkonfirmasi untk minta naik ke ketinggian 38.000 kaki.
- Pada pukul 06.16 WIB, pesawat masih nampak terlihat di radar ATC. Selang 1 menit kemudian pesawat hilang kontak. Pukul 06.18 pesawat tersebut posisinya hilang dari radar.
- Pada pukul 07.08 WIB, pesawat Air Asia dgn nomor penerbangan QZ8501 dinyatakan hilang oleh INCERFA.
- Pada pukul 07.28 WIB, pesawat meningkat statusnya menjadi ALERFA (dugaan hilang).
- Pada pukul 07.55 WIB, status pesawat ditingkatkan menjadi DETRESFA (resmi dinyatakan hilang).
Hingga berita ni diturunkan, keberadaan pesawat jenis Airbus A320 seharga 100 juta dollar asal Perancis tersebut masih terus dilakukan. Koordinasi pun telah dilakukan kepada Basarnas, TNI AL, AU dan beberapa pihak yg terkait. Menurut manifestasi data penumpang yg berhasil dicatat, penumpang AirAsia QZ8501 berjumlah 155 orang yg diantaranya terdiri dari 138 orang dewasa, 16 orang anak-anak, 1 orang balita, 2 pilot dan 4 orang awak kabin.
Menilik dari lokasi terakhir hilangnya kontak, pesawat memiliki kemungkinan yg besar untk melakukan pendaratan di air. Meskipun demikian tapi hingga kini pencarian terhadap hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 masih terus dilakukan. Beberapa negara tetangga seperti Australia, Malaysia dan Singapura pun jg telah menawarkan bantuan.
Berita hilangnya pesawat AirAsia QZ8501 Airbus A320 tujuan Surabaya-Singapura saat ni jg telah menjadi fokus dunia dan masih menjadi trending topic Twitter dgn hashtag #QZ8501. Bagi Anda yg ingin mencari informasi terkait hilangnya pesawat AirAsia bisa langsung menghubungi Call Center AirAsia Surabaya di nomor telepon 031-8690945 / Call Center AirAsia Jakarta di nomor telepon 021 - 55912648 / 29270811.

Komentar
Posting Komentar