Malas Mandi - Cerpen Pendidikan Remaja - Cerpen Remaja
jonygoblog.blogspot.com - MALAS MANDI
Cerpen Karya Roza
"Mia? Sudah mandi, belum?" tanya Ibu.
"Belum, Ibu. Tunggu sebentar!" teriak Mia.
"Jangan lupa mandi, Nak!" pinta Ibu.
"Iya, Bu. Iyaaa ....!" Mia teriak lagi.
20 menit kemudian ....
"Mia, sudah mandi, belum?" tanya Ibu.
"Hmmm!" jawab Mia.
"Apa, Nak? Ibu nggak dengar, nih, " Ibu bertanya lagi.
"Hmmm!" jawab Mia.
"Mia ngomong apa, sih. Ibu ke kamar Mia aja, deh, " bingung Ibu.
Ibu segera pergi ke kamar Mia. Kamar Mia terletak di lantai dua dekat tangga. Ibu membuka pintu kamar Mia dgn pelan dan masuk ke dalam. Ibu terkejut melihat Mia yg ternyata belum mandi dan Mia dgn serunya masih memainkan game Tempe Run 2 di Samsung Galaxy S5-nya sampai lupa waktu mandi. Ibunya menggelengkan kepala dgn pelan karena melihat tingkah laku Mia yg hanya mementingkan bermain game daripada mandi. Sejak dibelikan Samsung Galaxy S5 oleh Ayahnya, Mia menggunakannya hanya untk bermain game saja, kecuali kalau ada tugas sekolah yg harus dicari di internet. Saking dia asyik bermain game membuatnya ingin memainkan game lebih banyak lagi dgn mendownload di aplikasi Play Store. Sejak saat itu, dia sering bermain game sampai lupa waktu mandi. Mia yg dulunya rajin, sekarang jadi pemalas. Maksudnya malas mandi.
"Masya Allah, Mia. Kenapa belum mandi?" tanya Ibu heran.
"Eh, Ibu. Hmm .... anu .... emm .... Mia lagi asyik main game, nih. Sebentar lagi Mia mandi, deh, Bu. Beneran."
"Nggak ada sebentar-sebentar, pokoknya harus mandi sekarang. Tuh, lihat, sudah pukul 11.00 kamu belum mandi juga. Ck, ck, ck ...., " pinta Ibu.
"Iya, Bu. Nanti aja, deh. Bentar lagi Mia mandi, Ibu. Ini mau selesai, kok. Tinggal sedikit lagi, " jawab Mia yg masih asyik bermain game.
"Mia! Ayo, cepat mandi. Nggak usah pakai alasan segala. Kalau mandi siang tuh nggak baik, Mia. Nanti malah jadi pemalas dan sering mengantuk, lho. Ayo cepat!" pinta Ibu dgn tegas.
"Bentar, ah. Nanti Mia bakalan mandi, tapi nanti setelah memainkan game ini. Ibu tenang aja, deh."
Mia tak memedulikan ucapan Ibunya. Ibunya tak mau melihat Mia menjadi pemalas dan membantah perintahnya. Ibu segera mengambil tindakan demi kebaikannya.
"Sini. Ibu sita Samsung-mu biar nggak ketagihan main game. Main game boleh, tapi jangan kekeringan. Tinggal sebulan lagi kamu akan menghadapi ujian kenaikan kelas, jadi harus perbanyak belajar biar kamu lulus dan naik kelas, " jelas Ibu.
"Nah, sekarang Mia mandi dulu, nanti baru lanjutin main game, tapi jangan terlalu lama, " tambah Ibu.
"Iiihh, Ibu nih gimana, sih. Mia masih mau lanjut main game. Yang punya Samsung siapa? Mia, kan. Ibu nggak berhak ambil barang punya Mia. Kembalikan! Kalau nggak dikembalikan, Mia nggak bakalan mandi!" bantah Mia.
"Ibu ambil ni demi kebaikanmu. Kalau Ibu kembalikan percuma saja, kamu nggak bakalan mandi nanti. Jangan jadi pemalas. Kalau Mia nggak mandi, Ibu nggak bakalan kembalikan Samsung-mu sekaligus nggak ada makan siang dan makan malam buat Mia. Padahal Ibu sudah masak masakan enak. Dah, pergi mandi dulu, " pinta Ibu.
"Biarin aja Mia nggak mandi, kan bisa tidur-tiduran dan nonton tv. Ambil saja Samsung itu, nanti Mia bakalan laporan ke Papa, " bentak Mia.
"Astaghfirullahallazim, Mia. Kok kamu gitu, sih? Ibu kan nasehati kamu baik-baik, tapi kamu malah jadi pembangkang. Ibu nggak nyangka kamu jadi kayak gitu. Terserah Mia saja, deh. Nih, Ibu kembalikan. Ibu pergi saja, " kecewa Ibu melihat tingkah laku Mia.
"Nah, gitu, dong. Makasih, ya. Ibu pergi saja, " ucap Mia dgn senang tanpa memedulikan Ibunya.
Ibunya pun keluar dari kamar Mia dgn rasa sedih dan kecewa. Kemudian, saudara kandung tertua Mia alias Kakanya, Kak Rezky yg sedang menonton tv di ruang tamu melihat Ibu yg sedang sedih kembali ke dapur. Kak Rezky tahu kalau Ibu sedih gara-gara adiknya. Kak Rezky mematikan tv dan beranjak ke kamar Mia. Di kamar, Mia masih bermain game dgn senang sampai dia ketiduran. Kak Rezky melihat Mia sambil menggelengkan kepala dgn pelan.
"Masya Allah. Mia, Mia. Aduh, kerjamu hanya main game dan tiduran saja. Ck, ck, ck. Anak perempuan kok malas, sih. Apalagi kamu belum mandi. Uuuhh, bahkan baunya sampai ke sini. Kakak keluar aja, deh. Udah dikasih tahu kok malah membantah, " keluh Kak Rezky yg segera keluar dari kamar Mia.
Beberapa menit kemudian, Mia terbangun. Mia terkejut kalau ia berada dia atas pohon. Mia panik sambil menggelengkan kepala sambil berkeringat dingin.
"Aaahh .... astaghfirullahallazim .... Aku dimana, nih? Kenapa aku bisa berada di atas pohon? Apa aku lagi ngigau? Auuhh ....! Ternyata aku nggak ngigau, ni nyata. Waah .... tolong aku!!!" panik Mia sambil mencubit pipinya, kemudian berteriak dgn kencang.
"Eh? Ah? Kenapa wajahku ada bintik putih? Oh, tidak! Aku .... aku .... aku .... kena panu! Aduuuhh, gatal banget, nih. Ugh ...., " keluh Mia sambil menggaruk wajahnya dgn perlahan dgn tangan kanan, sementara tangan kiri memegang batang pohon. Tiba-tiba, terjadi goncangan entah dari mana itu berasal. Mia berusaha memegang erat batang pohon agar tak jatuh, tetapi goncangan begitu kuat. Akhirnya Mia terjatuh, pohon pun jg ikut tumbang dan jatuh.
"Aaaaaaahhh!!!" teriak Mia.
BRUK!!!
"Ugh .... Aduuuhh ...."
"Eh? Ah? Kok aku di atas lantai? Hmm .... ni di kamarku. Uwaaahh, alhamdulillah .... ternyata hanya mimpi doang, untung bukan kenyataan. Ngg .... Oh, iya. Tadi aku kan ketiduran karena terlalu lama bermain game. Aku bermimpi aneh sampai jatuh dari tempat tidur, " ucap Mia.
Mia segera bangun dan membereskan tempat tidurnya. Mia melihat jam dinding di kamarnya bahwa waktu menunjukkan pukul 17.30. Mia segera mengambil handuk dan menyiapkan pakaian ganti yg diletakkan di atas tempat tidur. Tiba-tiba, tersengat suara ketukan pintu dan seseorang membukanya, kemudian masuk. Ternyata, Kak Rezky.
"Lho? Astaghfirullahallazim. Mia, Mia .... kok wajahmu ada putih-putih bertotol? Jangan-jangan ...." Kak Rezky terkejut melihat wajah Mia sampai pembicaraannya terpotong oleh Mia.
"Kenapa, Kak? Jangan-jangan apa? Aaa .... aa .... hh .... tak .... ni ...., " tanya Mia pd Kakaknya, kemudian Mia melihat dirinya di cermin yg terletak di belakang Mia. Mia pun langsung terkejut.
"PANU!!!" teriak Mia dan Kakaknya.
"Nah, itu akibat yg kamu terima kalau malas mandi. Jadi begitu, deh. Kita tuh harus jaga kebersihan tubuh, kita harus mandi biar sehat dan nggak terserang penyakit, termasuk panu itu. Udah dikasih tahu sama Mama dan Kakak malah kamu cuek dan membangkang, " jelas Kak Rezky.
"Iya, Kak. Mia menyesal, nih. Mia mulai sekarang dan seterusnya akan selalu menjaga kebersihan tubuh dgn mandi. Maaf, ya, Kak, kalau Mia tak memedulikan nasehat Kakak, begitu jg dgn Mama. Mia pasti akan jadi anak yg rajin, " tekad Mia.
"Nah, gitu, dong. Ini baru Mia, adik kesayangan Kakak yg paling ganteng dan rajin menabung. Eheheee, " puji Kak Rezky terhadap Mia dan dirinya sendiri.
"Ah, Kakak bisa aja, deh. Biasa aja, kali .... ahahaaa, " ledek Mia sambil tertawa. Kakaknya pun jg ikut tertawa.
"Eh, kamu kalau lagi panuan dibersihkan pakai sabun, gosok pelan-pelan, baru bilas deh dgn air. Nanti lama-kelamaan jg hilang sendiri, palingan seminggu, " jelas Kak Rezky.
"Oke, deh, Kak, " ucap Mia.
Mia pun segera keluar dari kamar, begitu jg dgn Kakaknya. Mia masuk ke kamar mandi yg terletak di lantai dasar dekat dapur. Selesai mandi, Mia memakai pakaian santai. Waktu menunjukkan pukul 20.00. Mia segera ke ruang makan dan makan malam.
Dari hari ke hari, Mia semakin rajin dan jg merawat wajahnya yg terkena panu dgn baik. Dia lebih banyak belajar daripada bermain game. Dia bermain game kalau di hari libur saja / di waktu luang, tetapi tak terlalu lama.
Seminggu kemudian, akhirnya panu yg berada di wajah Mia sudah hilang. Mia merasa senang dan bersyukur. Kak Rezky dan Ibunya bangga pd Mia. Tak lupa, Mia meminta maaf pd Ibunya karena telah bersikap kasar padanya. Ibunya pun memaafkan Mia. Nah, kalian pasti tak mau, kan, kalau kena panu akibat malas mandi? Ingat, kita harus menjaga kebersihan diri, ya? Bersih itu sehat :)
SELESAI
PROFIL PENULIS Nama : Roza Linda Duarsa
TTL : Bogor, 15 November 1998
Sekolah : SMA Negeri 2 Makassar
Alamat : Jl. Garuda Buntu G.59 No. Urut : 1678 Tanggal Kirim : 24/07/2014 15:59:07
Cerpen Karya Roza
"Mia? Sudah mandi, belum?" tanya Ibu.
"Belum, Ibu. Tunggu sebentar!" teriak Mia.
"Jangan lupa mandi, Nak!" pinta Ibu.
"Iya, Bu. Iyaaa ....!" Mia teriak lagi.
20 menit kemudian ....
"Mia, sudah mandi, belum?" tanya Ibu.
"Hmmm!" jawab Mia.
"Apa, Nak? Ibu nggak dengar, nih, " Ibu bertanya lagi.
"Hmmm!" jawab Mia.
"Mia ngomong apa, sih. Ibu ke kamar Mia aja, deh, " bingung Ibu.
Ibu segera pergi ke kamar Mia. Kamar Mia terletak di lantai dua dekat tangga. Ibu membuka pintu kamar Mia dgn pelan dan masuk ke dalam. Ibu terkejut melihat Mia yg ternyata belum mandi dan Mia dgn serunya masih memainkan game Tempe Run 2 di Samsung Galaxy S5-nya sampai lupa waktu mandi. Ibunya menggelengkan kepala dgn pelan karena melihat tingkah laku Mia yg hanya mementingkan bermain game daripada mandi. Sejak dibelikan Samsung Galaxy S5 oleh Ayahnya, Mia menggunakannya hanya untk bermain game saja, kecuali kalau ada tugas sekolah yg harus dicari di internet. Saking dia asyik bermain game membuatnya ingin memainkan game lebih banyak lagi dgn mendownload di aplikasi Play Store. Sejak saat itu, dia sering bermain game sampai lupa waktu mandi. Mia yg dulunya rajin, sekarang jadi pemalas. Maksudnya malas mandi.
"Masya Allah, Mia. Kenapa belum mandi?" tanya Ibu heran.
"Eh, Ibu. Hmm .... anu .... emm .... Mia lagi asyik main game, nih. Sebentar lagi Mia mandi, deh, Bu. Beneran."
"Nggak ada sebentar-sebentar, pokoknya harus mandi sekarang. Tuh, lihat, sudah pukul 11.00 kamu belum mandi juga. Ck, ck, ck ...., " pinta Ibu.
"Iya, Bu. Nanti aja, deh. Bentar lagi Mia mandi, Ibu. Ini mau selesai, kok. Tinggal sedikit lagi, " jawab Mia yg masih asyik bermain game.
"Mia! Ayo, cepat mandi. Nggak usah pakai alasan segala. Kalau mandi siang tuh nggak baik, Mia. Nanti malah jadi pemalas dan sering mengantuk, lho. Ayo cepat!" pinta Ibu dgn tegas.
"Bentar, ah. Nanti Mia bakalan mandi, tapi nanti setelah memainkan game ini. Ibu tenang aja, deh."
Mia tak memedulikan ucapan Ibunya. Ibunya tak mau melihat Mia menjadi pemalas dan membantah perintahnya. Ibu segera mengambil tindakan demi kebaikannya.
"Sini. Ibu sita Samsung-mu biar nggak ketagihan main game. Main game boleh, tapi jangan kekeringan. Tinggal sebulan lagi kamu akan menghadapi ujian kenaikan kelas, jadi harus perbanyak belajar biar kamu lulus dan naik kelas, " jelas Ibu.
"Nah, sekarang Mia mandi dulu, nanti baru lanjutin main game, tapi jangan terlalu lama, " tambah Ibu.
"Iiihh, Ibu nih gimana, sih. Mia masih mau lanjut main game. Yang punya Samsung siapa? Mia, kan. Ibu nggak berhak ambil barang punya Mia. Kembalikan! Kalau nggak dikembalikan, Mia nggak bakalan mandi!" bantah Mia.
"Ibu ambil ni demi kebaikanmu. Kalau Ibu kembalikan percuma saja, kamu nggak bakalan mandi nanti. Jangan jadi pemalas. Kalau Mia nggak mandi, Ibu nggak bakalan kembalikan Samsung-mu sekaligus nggak ada makan siang dan makan malam buat Mia. Padahal Ibu sudah masak masakan enak. Dah, pergi mandi dulu, " pinta Ibu.
"Biarin aja Mia nggak mandi, kan bisa tidur-tiduran dan nonton tv. Ambil saja Samsung itu, nanti Mia bakalan laporan ke Papa, " bentak Mia.
"Astaghfirullahallazim, Mia. Kok kamu gitu, sih? Ibu kan nasehati kamu baik-baik, tapi kamu malah jadi pembangkang. Ibu nggak nyangka kamu jadi kayak gitu. Terserah Mia saja, deh. Nih, Ibu kembalikan. Ibu pergi saja, " kecewa Ibu melihat tingkah laku Mia.
"Nah, gitu, dong. Makasih, ya. Ibu pergi saja, " ucap Mia dgn senang tanpa memedulikan Ibunya.
Ibunya pun keluar dari kamar Mia dgn rasa sedih dan kecewa. Kemudian, saudara kandung tertua Mia alias Kakanya, Kak Rezky yg sedang menonton tv di ruang tamu melihat Ibu yg sedang sedih kembali ke dapur. Kak Rezky tahu kalau Ibu sedih gara-gara adiknya. Kak Rezky mematikan tv dan beranjak ke kamar Mia. Di kamar, Mia masih bermain game dgn senang sampai dia ketiduran. Kak Rezky melihat Mia sambil menggelengkan kepala dgn pelan.
"Masya Allah. Mia, Mia. Aduh, kerjamu hanya main game dan tiduran saja. Ck, ck, ck. Anak perempuan kok malas, sih. Apalagi kamu belum mandi. Uuuhh, bahkan baunya sampai ke sini. Kakak keluar aja, deh. Udah dikasih tahu kok malah membantah, " keluh Kak Rezky yg segera keluar dari kamar Mia.
Beberapa menit kemudian, Mia terbangun. Mia terkejut kalau ia berada dia atas pohon. Mia panik sambil menggelengkan kepala sambil berkeringat dingin.
"Aaahh .... astaghfirullahallazim .... Aku dimana, nih? Kenapa aku bisa berada di atas pohon? Apa aku lagi ngigau? Auuhh ....! Ternyata aku nggak ngigau, ni nyata. Waah .... tolong aku!!!" panik Mia sambil mencubit pipinya, kemudian berteriak dgn kencang.
"Eh? Ah? Kenapa wajahku ada bintik putih? Oh, tidak! Aku .... aku .... aku .... kena panu! Aduuuhh, gatal banget, nih. Ugh ...., " keluh Mia sambil menggaruk wajahnya dgn perlahan dgn tangan kanan, sementara tangan kiri memegang batang pohon. Tiba-tiba, terjadi goncangan entah dari mana itu berasal. Mia berusaha memegang erat batang pohon agar tak jatuh, tetapi goncangan begitu kuat. Akhirnya Mia terjatuh, pohon pun jg ikut tumbang dan jatuh.
"Aaaaaaahhh!!!" teriak Mia.
BRUK!!!
"Ugh .... Aduuuhh ...."
"Eh? Ah? Kok aku di atas lantai? Hmm .... ni di kamarku. Uwaaahh, alhamdulillah .... ternyata hanya mimpi doang, untung bukan kenyataan. Ngg .... Oh, iya. Tadi aku kan ketiduran karena terlalu lama bermain game. Aku bermimpi aneh sampai jatuh dari tempat tidur, " ucap Mia.
Mia segera bangun dan membereskan tempat tidurnya. Mia melihat jam dinding di kamarnya bahwa waktu menunjukkan pukul 17.30. Mia segera mengambil handuk dan menyiapkan pakaian ganti yg diletakkan di atas tempat tidur. Tiba-tiba, tersengat suara ketukan pintu dan seseorang membukanya, kemudian masuk. Ternyata, Kak Rezky.
"Lho? Astaghfirullahallazim. Mia, Mia .... kok wajahmu ada putih-putih bertotol? Jangan-jangan ...." Kak Rezky terkejut melihat wajah Mia sampai pembicaraannya terpotong oleh Mia.
"Kenapa, Kak? Jangan-jangan apa? Aaa .... aa .... hh .... tak .... ni ...., " tanya Mia pd Kakaknya, kemudian Mia melihat dirinya di cermin yg terletak di belakang Mia. Mia pun langsung terkejut.
"PANU!!!" teriak Mia dan Kakaknya.
"Nah, itu akibat yg kamu terima kalau malas mandi. Jadi begitu, deh. Kita tuh harus jaga kebersihan tubuh, kita harus mandi biar sehat dan nggak terserang penyakit, termasuk panu itu. Udah dikasih tahu sama Mama dan Kakak malah kamu cuek dan membangkang, " jelas Kak Rezky.
"Iya, Kak. Mia menyesal, nih. Mia mulai sekarang dan seterusnya akan selalu menjaga kebersihan tubuh dgn mandi. Maaf, ya, Kak, kalau Mia tak memedulikan nasehat Kakak, begitu jg dgn Mama. Mia pasti akan jadi anak yg rajin, " tekad Mia.
"Nah, gitu, dong. Ini baru Mia, adik kesayangan Kakak yg paling ganteng dan rajin menabung. Eheheee, " puji Kak Rezky terhadap Mia dan dirinya sendiri.
"Ah, Kakak bisa aja, deh. Biasa aja, kali .... ahahaaa, " ledek Mia sambil tertawa. Kakaknya pun jg ikut tertawa.
"Eh, kamu kalau lagi panuan dibersihkan pakai sabun, gosok pelan-pelan, baru bilas deh dgn air. Nanti lama-kelamaan jg hilang sendiri, palingan seminggu, " jelas Kak Rezky.
"Oke, deh, Kak, " ucap Mia.
Mia pun segera keluar dari kamar, begitu jg dgn Kakaknya. Mia masuk ke kamar mandi yg terletak di lantai dasar dekat dapur. Selesai mandi, Mia memakai pakaian santai. Waktu menunjukkan pukul 20.00. Mia segera ke ruang makan dan makan malam.
Dari hari ke hari, Mia semakin rajin dan jg merawat wajahnya yg terkena panu dgn baik. Dia lebih banyak belajar daripada bermain game. Dia bermain game kalau di hari libur saja / di waktu luang, tetapi tak terlalu lama.
Seminggu kemudian, akhirnya panu yg berada di wajah Mia sudah hilang. Mia merasa senang dan bersyukur. Kak Rezky dan Ibunya bangga pd Mia. Tak lupa, Mia meminta maaf pd Ibunya karena telah bersikap kasar padanya. Ibunya pun memaafkan Mia. Nah, kalian pasti tak mau, kan, kalau kena panu akibat malas mandi? Ingat, kita harus menjaga kebersihan diri, ya? Bersih itu sehat :)
SELESAI
PROFIL PENULIS Nama : Roza Linda Duarsa
TTL : Bogor, 15 November 1998
Sekolah : SMA Negeri 2 Makassar
Alamat : Jl. Garuda Buntu G.59 No. Urut : 1678 Tanggal Kirim : 24/07/2014 15:59:07
Komentar
Posting Komentar