VCO adalah minyak kelapa, tapi minyak kelapa belum tentu VCO - Tips

VCO adalah minyak kelapa, tapi minyak kelapa belum tentu VCO
jonygoblog.blogspot.com - Perbedaan VCO dgn Minyak Kelapa bukan VCO.
Berdasarkan cara pengolahan dan kualitasnya, maka minyak kelapa yg ada dipasaran dikelompokkan menjadi 4 tingkatan kualitas:

Tingkat 1, Minyak Kelapa Murni / VCO (Virgin Coconut Oil).
Di proses dari santan murni, tanpa pemanasan, tanpa bahan kimia ataupun bahan lainnya, minyak ni terkenal khasiatnya sebagai obat. VCO dpt langsung diminum / dpt jg dipakai sebagai cooking oil (minyak untk memasak).

Tingkat 2, Minyak Goreng Kelapa Murni dikenal dgn nama Refined VCO, yaitu minyak goreng premium, dgn kualitas ketahanan minyak sampai 3 tahun, tanpa proses bleacing dan deodorisasi yg menggunakan bahan kimia tambahan, berkarakter bening sejak awal pembuatan. Asap dan baunya sudah jauh berkurang saat penggorengan.

Tingkat 3, Minyak Kelapa Tradisional / Kampung
Aroma baunya harum. Minyak ni diproses dari santan yg dipanaskan dgn api sedang sampai keluar minyaknya dan terpisah dgn ampas minyak. Kelemahan minyak ni adlh tak tahan lama / cepat tengik.

Tingkat 4, Minyak Kelapa RBD
Minyak yg berasal dari kopra. Kopra biasanya tercemar oleh debu, kotoran, jamur, kuman dan lain sebagainya. Maka untk membuatnya menjadi minyak yg tampak bening, kopra harus diproses dgn 3 tahap yaitu Refining/Netralisasi, Bleaching (pemucatan) dan Deodorisasi (mengurangi warna yg tak sedap).

Proses pembuatan VCO yg lebih rumit dari proses pembuatan minyak kelapa goreng, adlh untk menjaga agar tak rusaknya kandungan nutrisi (zat) dlm santan kelapa yg sangat baik bagi kesehatan tubuh.
Sedangkan minyak kelapa biasa (minyak goreng / minyak sayur lainnya) yg diproses dgn pemanasan tinggi (hidroginasi) sehingga banyak mengandung asam lemak rantai panjang (Kalangan ilmiah menyebutnya LCFA-long chain fatty acid), yaitu minyak yg mengandung TRANS FATS dlm kadar tinggi, mengandung radikal bebas yg bersifat toksik dan karsinogenik yg berbahaya, karena kandungan nutrisi yg seharusnya ada secara alami telah rusak oleh proses pembuatan, seperti minyak kelapa yg diolah dari kopra yg menggunakan proses RBD (Refined, Bleached and Deodorized / minyak yg disuling, dikelantang dan dihilangkan baunya, menggunakan soda api supaya terlihat cantik dan jernih).

Cara membedakan minyak kelapa goreng dgn VCO adlh dari warna dan aroma, warna VCO putih bening seperti air, VCO ber-aroma kelapa, bukan aroma minyak goreng dan bukan aroma dodol (santan yg dipanaskan akan ber-aroma dodol).

Minyak (lemak) yg baik adlh yg dibuat secara alami, yg tak rusak dlm proses pengolahannya (tidak rusak karena panas, tak rusak karena proses pemurnian, tak rusak karena penambahan bahan lain).

Proses pengolahan tanpa pemanasan menjadi penting. Sebab, minyak apapun jika dipanaskan pasti berkurang mutunya. Efeknya, terjadi oksidasi dan meninggalkan peroksida yg bersifat karsinogenik, pemicu kanker.

Hasil pengujian pd VCO yg dipanaskan:
Pada suhu 35° Celcius, menyebabkan terurainya Asam Kaprat.
Pada suhu 60° Celcius, menyebabkan hilangnya Asam Kaproat.
Pada suhu 80° Celcius, menyebabkan menguapnya Asam Kaprilat.
Pada suhu 300° Celcius, menyebabkan hilangnya Asam Laurat.

Kandungan nutrisi utama dlm VCO adlh berbagai jenis asam lemak rantai menengah, dgn kadar tinggi (92%). Kalangan ilmiah menyebut Asam Lemak Rantai Menengah / MCFA (Medium Chain Fatty Acid, yaitu asam Laurat, asam kaprat, asam myristat, asam kaprilat).
Asam laurat yaitu senyawa yg jg terkandung dlm Air Susu Ibu yg merupakan makanan kaya gizi yg berfungsi melindungi tubuh lemah bayi dari Mikro organisme berbahaya (Bakteri, Jamur dan Virus), Asam laurat jg berguna untk penyembuhan penyakit dan sebagai suplemen untk menjaga daya tahan tubuh. Karena itulah VCO sangat baik untk dikonsumsi oleh siapapun, mulai dari Bayi, Anak, Remaja, Orang Dewasa, Ibu Hamil / menyusui, serta orang lanjut usia.

VCO adlh Suplemen alami, yg didapat dari bahan alam tanpa pemanasan dan tanpa penambahan zat apapun, sehingga akan lebih aman dibanding mengkonsumsi obat kimia. Para Peneliti menyebut VCO sebagai Antibiotik Super.

Asam lemak rantai sedang (MCFA) bisa langsung diserap melalui dinding usus sesampainya di saluran cerna, proses ni lebih cepat karena tanpa melalui proses hidrolisis dan enzimatik. Selanjutnya langsung dipasok masuk kedalam aliran darah dan langsung dibawa kedalam organ hati untk dimetabolisir.
Didalam hati VCO diproses menjadi energi saja, bukan kolesterol LDL dan bukan timbunan lemak, energi tersebut digunakan untk meningkatkan fungsi semua kelenjar endoktrin, organ dan jaringan tubuh.
Asam Lemak rantai sedang (MCFA) memiliki ukuran molekul yg kecil, sehingga mudah dicerna dan dpt langsung diserap tubuh (diserap oleh dinding usus) karena MCFA mudah menembus mitokondria (sebuah organ yg ada dlm tiap sel tubuh kita yg berfungsi menghasilkan energi untk tubuh), Sehingga Pankreas, saluran pencernaan, dan hati dpt bekerja lebih ringan.
Kemudahan MCFA menembus mitokondria, menjadikan VCO berperan sebagai sumber energi instan / cepat menghasilkan energi bagi tubuh.

Sedangkan minyak sayur lainya, mengandung asam lemak rantai panjang (LCFA-Long Chain Fatty Acid) dgn ukuran molekul asam lemak yg besar, minyak sayur perlu proses terlebih dahulu dlm saluran cerna sebelum dpt diserap oleh dinding usus.
LCFA harus diuraikan menjadi unit asam-asam lemak ukuran kecil dan berbentuk asam lemak bebas (free fatty acid) melalui proses hidrolisis dan emulsi dgn bantuan cairan empedu. Setelah diemulsikan sempurna, diuraikan menjadi unit-unit asam lemak bebas dgn bantuan enzim-enzim kelenjar pankreas.
Selanjutnya barulah dpt diserap oleh dinding usus, lalu ditampung dlm saluran getah bening. Uraian unit-unit asam lemak tersebut disusun kembali dan dikemas menjadi chylomicron dan lipoprotein. Lipoprotein inilah yg dipasokkan ke dlm aliran darah, dan sampai ke hati dimetabollisir dan produknya didistribusikan ke seluruh kelenjar endoktrin, organ dan jaringan tubuh sampai habis dlm bentuk energi, kolesterol, dan ada sisa lemak yg ditimbun di jaringan lemak tubuh.
Kolesterol dan timbunan lemak itulah yg dpt menjadi dasar timbulnya berbagai macam penyakit kronis dan degeneratif seperti hipertensi, stroke, dan diabetes.
Berdasarkan hasil penelusuran majalah TRUBUS menunjukkan, uji klinis dgn hasil positif telah dilakukan untk penyakit:
Rubeola (campak), rubella (campak jerman), cytomegalovirus,
Diabetes, hepatitis c, herpes hsv 1, hipothyroid, hiv/aids,
Obesitas, pneumonia, virus influenza, tuberkulosis.
Kasus sembuh empiris dan uji invivo (uji biologi) terjadi pd penderita: Maag, Stroke, Hepatitis A, Hipertensi, Jantung Koroner, Kemulusan Kulit, Vertigo, Asma, Candida, Prostat, dan Darah Kental.
Bagaimana mungkin sebuah produk dpt menjadi penangkal aneka penyakit yg menakutkan itu?.
Jawabannya ada dlm buku hasil penelitian Mary G. Enig, Jon J. Kabara, Murray Price, Kaunitz, dan Bruce Fife. Sejumlah jurnal ilmiah, seperti American Journal of Clinical Nutrition, Journal of the National Cancer Institute, Journal of Infectious Diseases, Journal of Nutrition, Journal of the American Oil Chemist Society, Philippine Journal of Internal Medicine, Nutrition Reports International.

minyak kelapa dara vco untk stroke

other source : http://dailymotion.com, http://log.viva.co.id, http://faizaashop.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENEMUAN MUMI DINASTY KE-17 DI MESIR