[Kehutanan] Kebebasan Dengan Sentuhan Moralitas

jonygoblog.blogspot.com - Kita sebagai generasi penerus bangsa dan pelaku peradaban dituntut untk dpt memahami dan memyeimbangi antara kebebasan dan moralitas dlm skala universal dan dilandaskan keselektifan dlm menoropong realitas kontemporer yg bernafasakan Islam. Kebebasan dlm dunia barat sangat berbeda jauh dgn paham kebebasan dlm rana keinidonesian. Contoh kebebasanya bangsa barat adlh mereka mnghalakan segala cara untk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka. Seperti yg terjadi dlm suatu keluarga yg memiliki anak gadis, ironisnya pihak dari oarang tua si anaklah yg membelikan alat kontrasepsi / obat untk menjaga anaknya supaya tak hamil hal ni dilakukan oleh oarang tua karena menghargai kebebasan yg dimiliki anaknya dan tak bisa memaksanya untk berbuat ni dan itu, itulah kebebasan dlm versi dunia barat.

Kebebasan Dengan Sentuhan Moralitas
Pertanyaanya adlh apakah hal itu dpt ditarik ke rana keindonesian sebagai kebebasan yg membangun moralitas, dan apakah moralitas itu ada pd kebebasan...?
Tanpa disadari gaya kehidupan orang barat memang sudah banyak diserap oleh rakyat Indonesia melalui perkembangan teknologi di dunia modern sekarang ni dan sangat cenderung pd pemuda dan pemudi, terkadang kehidupan dan kebebasan di cocok-cocokan dgn kehidupan dan kebebasan bangsa Indonesia. Banyak yg beranggapan bahwa tak ada kebebasan antara paham kebebasan Barat dan paham versi kebebasan Indonesia.

Semua dpt terlihat dari gaya hidup. Ketika misalnya, ketika artis / penyanyi Amerika pentas di atas panggung dgn menggunakan pakaian yg seksi, maka banyak jg artis yg melakukan hal yg sama. Ketika artis
Amerika berciuman dimana saja, dijalan, di panggung tanpa menghiraukan orang
lain di sekitarnya, Artis Indonesia pun tak ketinggalan dgn hal-hal semacam begitu bahkan sekarang sydah mulai merambat ke masyarakat umum. Itu pun sudah dibenarkan oleh publik pecinta selebriti bahkan para penggemar selebriti pun terpengaruh dgn penampilan figur artis tersebut.
Banyak yg bertindak, berbuat, bukan karena ikatan yg berlandaskan keagamaan dan budaya bangsa kita kita melainkan atas berdasarkan ikatan dgn artiss yg mereka kagumi tersebut. Bukan berarti kita melarangnya sebab itu adlh kebesan tiap individu untk berekspresi yg di atur dlm dalam pasal 28 undang-undang dasar 1945.

Sepertinya harus perlu ada sebuah pemahaman baru yg dibangun atas makna kebebasan yg sekiranya dpt membangun kebebasan yag bermoralitas kehendak dan gerak sepenuhnya. Pemahaman ni akan menimbulkan konflik yg berujung pd kehancuran. Orang lain jg punya kebebasan dan bagaimana jika kita punya kepentingan yg sama yg sifatnya berbenturan, lalu siapa yg akan mengalah, ??

Eric From dlm bukunya menawarkan konsep kebebasan, dia memahami kebebasan itu adlh adanya sebuah gerakan / aktifitas yg kreatif dan progresif. Berangkat dari sinilah terbangunya kesadaran untk kembali memahami kebebasan dan hawa nafsu, kalau tak maka kebebasan dan ketidaktaatan terhadap norma-norma yg berlaku di masyarakat semakin tak jelas.

Untuk sampai pd kebebasan bermoral maka perlu ada bekal yg ahrus di persiapkan, yaitu cara berpikir yg benar dan yg mampu membedakan yg sungguh-sungguh benar dan yg salah, yg produktif dan non produktif. Dari sini, maka kebebasan itu hanya akan dikendalikan oleh kebebasan itu sendiri. Inilah yg menjadi pandangan akal yg rasional.

Kebebasan yg benar adlh kebebasan yg dpt mengontrol kebebasan itu sendiri. Akan menjadi bumerang buat kita jika kebebasan di kontrol oleh hawa nafsu. Dalam Al Qur’an saja Alla SWT mengasakan bahwa Orang yg kuat adlh orang yg dpt mengendalikan hawa nafsunya. Kebebasan yg baik adlh kebebasan yg dinaungi oleh sentuhan-sentuhan keislaman, dgn begitu maka bukan kebebasan yg mengontrol diri kita tapi kitalah yg mengendalikan kebebasan. Horas Wepolt berkata bahwa Hidup adlh lelucon bagi orang yg berpikir dan tragedi bagi orang yg mengandalkan perasaan. Artinya bahwa kita dpt menentukan baik / buruk hidup ni kalau kita mengandalkan perasaan dan berpikir dgn bijak, tapi hidup akan menjadi tragedi bila segala sesuatu selalu mengandalkan perasaan / hawa nafsu. Kebebasan yg sejati adlh kebebasan dimana kita dpt berbuat apa saja yg baik dan berbuat apa saja dijalan Alla SWT tanpa adanya paksaan / halangan dari orang lain

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENEMUAN MUMI DINASTY KE-17 DI MESIR