[Kehutanan] Bumi dalam Masa Perubahan

jonygoblog.blogspot.com - Tak semestinya menjadi danau untk bisa berguna sebagai surga bagi sebuah desa yg dilanda kehausan. Cukuplah jadi sebuah pancuran kecil yg terus mengeluarkan air. Sekalipun tak deras mengalirkan tetap saja ia surga di musim kemarau. ( W. Mustika)
Bumi merupakan suatu ekosistem besar yg di dalamnya terdapat varian-varian / sub ekosistem, dimana semua itu memiliki korelasi ekologis yg utuh dan kompleks. Artinya bahwa, apabila bagian kecil dari ekosistem terganggu maka dpt terkontaminasi oleh ekosistem secara universal. Ekosistem yg paling sederhana yg dpt kita amati adlh Aquarium yg terdapat berbagai komponen-komponen biotik (Mahkluk hidup) maupun abiotik (benda mati) dlm hubungan interaksi simbiosis mutualis (saling menguntungkan). Seperti halnya satu rantai makanan dari Produsen (tumbuhan), konsumen tingkat I (herbivora) dan Konsumen tingkat II (umnivora). Dari satu rantai makanan akan terbentuknya jaring makan hasil dari akumulasi rantai-rantai makanan yg ada, contohnya dlm ekosistem di persawahan produsen adlh tanaman padi (Oriza sativa), konsumen tingkat I adlh tikus pemakan Padi dan konsumen tingkat II yaitu ular yg memangsa tikus itu sendiri. Bila ada gangguan / terputusnya rantai makanan ni dpt menyebabkan ledakan populasi dan akan melahirkan hama pd tanaman.
Bumi dalam Masa Perubahan
Secara garis besar terdapat dua penyebab terjadinya problematika di atas yaitu secara antropogenik( campur tangan manusia) dan secara alami (bencana alam). Yang menjadi pusat sorotan kita disini adlh penyebab antropogenik karena dilihat dlm perspektif pencegahan. Realitas yg hadir saat ni adlh manusia secara masif masih terjebak dlm paham antroposentris , yaitu paradigma yg menganggap bahwa bumi ni hanya diciptakan untk manusia dan dilakukan ekploitasi sebesar-besarnya dan sebuah cara pandang yg menganggap bahwa manusia adlh pusat dari alam semesta sementara alam hanya sebagai instrumen (alat) untk memenuhi kebutuhan hidup dan tak membutuhkan sentuhan-sentuhan demi kelangsungan alam yg berkelanjutan. Antroposentrisme merupakan salah satu teori dlm ilmu lingkungan yg lahir pd abad ke III dari pemikiran Aristoteles dlm bukunya The Politic yang mengatakan bahwa tumbuhan diciptakan untk binatang dan binatang diciptakan untk manusia.
Amos Noelaka dlm bukunya Kesadaran Lingkungan menjelaskan ada empat faktor yg menyebabkan terjadinya kerusakan lingkungan yaitu ketidaktahuan, kemisikinan, kemanusiaan dan gaya hidup. Kurangnya pengetahuan dlm menghayati hakekat eksistensi lingkungan / alam dpt melahirkan paradigma kontradiktif antara hubungan ekologis dlm ekosistem. Krisisnya ekonomi masyarakat jg sangat berpengaruh signifikan terhadap intervensi dan ekploitasi yg berlebihan terhadap sumber daya alam, begitu jg dgn ledakan penduduk dan gaya hidup yg hedonis (mengagungkan kenikmatan) dan individualis (mementingkan diri pribadi).

Perkembangan teknologi jg membentuk ideologi konstruktif dan mulai mengikis nilai-nilai apresiasi manusia terhadap lingkungan sekitar yg telah mendistribusikan segala kebutuhan baik primer maupun sekunder dlm kelangsungan hidup dan kehidupan. Dampak nyata dari terganggunya ekosistem bumi adlh Pemanasan Global yg sadar / tak dampak negatifnya sudah kita rasakan mulai dari terjadinya perubahan iklim yg berakibat buruk pd semua bidang baik pertania dlm skala luas dan fenomena-fenomena alam yg pd dasarnya biasa menjadi ekstrim hingga menelan korban jiwa begitu banyak.
Dalam ilmu lingkungan hidup sering dikenal istilah Daya Lenting / kemampuan lingkungan memperbaiki diri sendiri dari gangguan yg terjadi sedangkan dlm skala yg lebih luas wilayah ekosistem di sebut Suksesi / perubahan lingkungan di ikuti perubahan/perkembangan subsrat (organisme). Kerusakan lingkungan hidup / alam telah terjadi cukup lama mulai dari sekitar abad ke 17 dimana lahirnya revolusi industri di Eropa sehingga segala pekerjaan produksi dikerjaan dgn mesin yg memerlukan bahan mentah dlm jumlah besar dan dlm waktu yg relatif singkat sebab produksi mesin bekerja memberikan out put secara maksimal. Itulah mengapa negara-negara di Eropa melakukan ekspansi (perluasan wilayah) keluar guna mendapatkan bahan- behan mentah / sumber daya alam untk di produksi hingga akhirnya penjajahan Indonesia pd saat itu pun terjadi karena Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yg kaya akan sumber daya alam. Tapi di sini kita tak akan menelusuri lebih dlm mengenai Revolusi Industri tapi kita akan meneropong dan menelaah lebih jauh mengenai suksesi pd bumi.
Indonesia adlh negara dgn biodiversitas (keanekaan hayati) tertinggi setelah Brazil dan Afrika semua itu relevan dgn evolusi / seleksi alam. Charles Darwin tokoh dgn teori seleksi alam yg intinya adlh survival thefitthes / organisme yg kuat terhadap perubahan alam yg dpt bertahan hidup dan melangsungkan keturunan, contoh Dinosaurus yg punah akibat seleksi alam.

Berbagai bentuk gangguan yg terjadi pd kestabilan bumi saat ni memberikan pengaruh yg besar terhadap semua komponen-komponen dlm ekosistem khususnya manusia. Tambah lagi dgn pemanasan global yg tensinya semakin naik akibat dari banyaknya gas rumah kaca (GRK) yg di distribusikan ke Atmosfer lewat aktifitas manusia melalui penggunaan elektronik maupun mesin hingga semakin meningkatnya efek rumah kaca (ERK).
Gangguan yg terus berlangsung dan berkembang pd alam memaksa manusia untk waspada dan menyadari terhadap transformasi alam yg akan terjadi. Kesadaran manusialah yg dituntukan untk mengurangi pengaruh-pengaruh negatif terhadap alam sekitar karena bila mencapai puncak maka internal bumi akan melakukan suksesi dgn sendirinya, bila hal itu terjadi maka sesuai dengn seleksi alam mahkluk hidup pasti ada yg punah sekaligus muncul kelainan-kelainan genetik pd mahkluk hidup karena tak dpt bertoleransi dgn baik.
Pertanyaanya adlh apakah yg akan terjadi dgn anatomi dan morfologi manusia setelah beberapa puluh, ratus dan ribuan tahun yg akan datang..???? belum ada yg dpt memastikan hal itu ,tidak menutup kemungkinan hal tersebut akan terjadi bila suhu bumi(pemanasan global) terus meningkat tanpa adanya pencegahan yg signifikan secara berkisanambungan di seluruh dunia secara Internasional mengingat statemen Rabbi Hachel dlm buku komunitas dan etika bumi bahwa umat manusia tak akan punah bila ketinggalan informasi dan teknologi tapi umat manusia dpt punah bila kehilangan apresiasi terhadap alam. Aldo leopolt salah satu tokoh lingkungan hidup menyatakan bahwa sumber daya alam ni cukup untk memenuhi seluruh kebutuhan umat manusia tetapi tak dpt memenuhi satu saja keinginan manusia. Maksudnya adlh apabila sumber daya alam ni digunakan sesuai dgn kebutuhan maka kelestarianya akan tetap terjaga tapi bila mengikuti hawa nafsu maka akan terjadilah ekploitasi yg berlebihan hal itulah yg kemudian melahirkan paham konsumerisme / melebih- lebihkan kebutuhan.
Bumi ni adlh rumah tempat tinggal seluruh umat manusia yg menjadi pusat segala pemenuhan kebutuhan kita yg wajib di kembangkan, dikelola dan di manfaatkan secara optimal agar alur dari kelestarian tetap terjaga dlm memproduksi kebutuhan segala makhluk hidup yg ada di dalamnya. Harus dipahami dan dihayati bahwa pd dasarnya bukan manusia yg meletarikan alam tapi alamlah yg melestarikan manusia sedangkan manusia hanya menjaga supaya alam ni tak hancur demi memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan karena tanpa manusiapun alam tak akan rusak bahkan dpt berkembang dgn sendirinya indikasinya interpretasi lewat proses penciptaan yg lebih dahulu hadir adlh alam itu sendiri.
Sebagai makhluk yg tubuh dan jiwanya dibentuk oleh alam semesta, manusia jg tak bisa menghindari hukum-hukum yg jg berlaku bagi alam semesta. Untuk tiap makna dari peristiwa alam, manusia menyimpan makna yg sama dlm dirinya. Maka ketika dipahami bahwa alam semesta adlh sekumpulan pengetahuan tanpa batas, dan manusia adlh alam semesta kecil.
Alam jg memiliki hak untk hidup dan berkembang, jauhi sikap apatis terhadap alam yg menganggap alam hanya sebagai instrumen (alat) yg dpt dimanfaatkan sesuka hati tanpa adanya reklamasi (pengembalian) dan rehabilitasi (pemulihan). Konstruksi bangunan kesadaran harus diperbaharui mulai dari sekarang, sebab pengetahuan akan membentuk paradigma kemudian melahirkan ideologi yg konstrukif selain itu, pengamalan yg di utamakan. Mulailah untk membentuk karakter cinta akan alam dan lingkungan sekitar, dgn begitu dampak-dampak realitas destruktif sekarang dpt diminimalisir dan dipebaiki demi kelangsungan hidup dan perkembangan umat manusia saat ni dan yg akan datang nanti.

other source : http://kompas.com, http://cnn.com, http://atobasahona.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENEMUAN MUMI DINASTY KE-17 DI MESIR