[Intermezo] Tekwan a la JTT - Super duper yummy!

jonygoblog.blogspot.com - Entah sudah berapa lama seonggok besar ikan tengiri yg terbuntal di dlm kantung plastik mendekam di freezer rumah Pete. Mungkin sejak enam bulan yg lalu. Enam bulan?! Anda pasti menjerit mendengarnya. Tetapi yep begitulah kondisi yg sering terjadi pd saya akibat lapar mata dan seringkali membeli sesuatu bukan karena kebutuhan tetapi karena emosi dan greedy. Seingat saya, waktu itu saya membelinya karena harganya yg murah. Tidak tanggung-tanggung satu ekor ikan berpindah ke dlm kantung plastik dgn harapan aneka makanan khas Palembang bisa saya buat darinya. Tapi seperti yg sudah terjadi sebelum-sebelumnya, rasa malas mendera dan bad mood yg melanda akhir-akhir ni membuat sang ikan pun hanya tergolek pasrah di lemari pendingin.
Nah libur weekend kemarin saya bersama aneka bahan dan peralatan membuat aneka kue kering yg ter-packing di dlm koper, meluncur ke rumah adik saya, Wiwin, di Mampang Prapatan. Kami memang telah berencana untk membuat kue kering bersama sebagai oleh-oleh Lebaran yg akan diadakan di rumah kakak saya, Wulan, di Batam. Tidak mau melewatkan kesempatan untk berbuka bersama keluarga adik saya, maka saya pun mengosongkan isi freezer termasuk si ikan tengiri untk saya bawa serta. Kali ni sepertinya nasib ikan beku ni akan berakhir di perut kami semua. ^_^


Makanan utama yg akan saya buat tentu saja apalagi kalau bukan pempek. Hidangan ni disukai oleh semua anggota keluarga, terutama Rafif, putra sulung Wiwin. Pempek yg telah direbus, awet disimpan hingga berbulan-bulan lamanya di dlm freezer. Walau berdasarkan pengalaman biasanya dlm waktu satu minggu sudah amblas tak bersisa. Keluarga kami pecinta berat ikan dan hidangan apapun yg terbuat darinya. Selain pempek, ada satu hidangan lainnya yg saya yakin mantap jika kami hidangkan saat berbuka puasa yaitu tekwan. Adonan pempek yg direbus kecil-kecil dan dimasak dlm kuah segar dgn jamur kuping dan wortel ni nikmat jika disantap panas-panas. Tekwan merupakan makanan a la Palembang favorit saya lainnya, walaupun sepertinya hampir semua makanan Palembang menjadi favorit saya! Sebenarnya tekwan akan lebih sedap lagi rasanya jika ditambahkan rajangan bengkuang dan bunga sedap malam kering di dalamnya, tapi versi simple a la JTT kali ni tetap tak kalah maknyus-nya.

Bagi anda yg bertanya-tanya mengenai ikan tengiri yg telah membeku enam bulan lamanya di freezer, maka saya yakinkan kondisinya baik-baik saja. Tentu saja makanan apapun akan terasa lebih sedap dan gurih jika menggunakan ikan segar, tapi ikan beku seperti yg saya gunakan tetap menghasilkan tekwan yg sedap. Agar rasanya lebih spesial maka saya menambahkan udang giling ke dlm adonan, membuat tekstur tekwan menjadi tak terlalu keras. Tapi tentu saja anda bisa membuatnya hanya dgn menggunakan daging ikan giling saja tanpa perlu menambahkan udang ke dalamnya.
Jika anda merasa bumbu kuah tekwan yg saya pergunakan tak sama dgn resep tekwan umumnya maka saya jamin versi ni lebih mantap dan segar, serta telah terbukti berkali-kali menjadi bumbu kuah yg spesial untk bakso sapi andalan.
Berikut resepnya tekwan yg super mudah dan jos gandos rasanya ya! ^_^
Bakso Daging Sapi Spesial: Versi Lebih Mudah dan Tak Kalah Kenyal!

Tekwan a la JTTResep hasil moodifikasi sendiri
Untuk 10 porsi
Tertarik dgn resep a la Palembang lainnya? Silahkan klik link berikut ini:
Tekwan, Sup Bola Ikan a la Palembang
Membuat Pempek Kapal Selam
Lenggang, Pempek Panggang yg Sedap
Bahan dan bumbu untk tekwanBahan:
- 500 gram fillet ikan tengiri, bisa menggunakan ikan berdaging putih lainnya - 400 gram udang kupas - 10 sendok makan tepung sagu
Bumbu dihaluskan:
- 8 siung bawang putih - 5 siung bawang merah - 2 sendok teh merica bubuk - 1 sendok teh gula pasir - 2 sendok teh garam, tambahkan jika kurang asin
Bumbu untk kuah tekwan: - 6 siung bawang putih, cincang halus - 6 siung bawang merah cincang halus - 2 batang serai, ambil bagian putihnya, rajang halus - 5 lembar daun jeruk purut, robek batang tengahnya - 2 ruas jari jahe, belah memanjang menjadi dua bagian dan memarkan - 2 sendok teh merica bubuk - 1/2 sendok makan garam - 1 sendok makan minyak untk menumis
Bahan lainnya: - 2 liter air - 1 batang wortel, potong korek api - 1 genggam jamur kuping - 2 batang daun bawang, rajang halus
- 1/2 buah bengkuang, rajang korek api (saya tak pakai)
- 1 genggam bunga sedap malam, simpulkan (saya tak pakai)
- bihun secukupnya (saya tak pakai)
- sambal cabai rawit
Cara membuat: Membuat tekwan

Siapkan jamur kuping kering, rendam di dlm air dingin hingga semua bagian jamur tenggelam. Biarkan hingga jamur menjadi mengembang dan lunak. Tiriskan dan potong-potong sesuai selera.
Note: jika anda menggunakan jamur kuping segar maka jamur tak perlu direndam, cukup dicuci hingga bersih saja.
Siapkan fillet ikan dan udang kupas, haluskan dgn menggunakan food processor hingga benar-benar halus. Tuangkan ke mangkuk besar, masukkkan bumbu yg telah dihaluskan dan tepung sagu, aduk hingga rata.

Uleni sebentar adonan dgn menggunakan tangan sambil sesekali adonan dibanting hingga tercampur baik. Cicipi rasanya, tambahkan garam jika kurang asin.

Siapkan panci, beri sekitar 2 liter air. Masak hingga air mendidih. Dengan menggunakan sendok kecil, ambil adonan tekwan dan masukkan ke dlm air mendidih. Lakukan hingga semua adonan habis. Masak hingga tekwan mengapung dan benar-benar matang, tiriskan tekwan tapi jangan buang air bekas rebusannya. Kita akan menggunakannya untk membuat kuah tekwan.

Siapkan wajan, panaskan 1 sendok makan minyak. Tumis bawang merah, bawang putih, serai, daun jeruk dan jahe hingga harum dan layu. Tuangkan tumisan bumbu ke kuah bekas merebus tekwan. Tambahkan garam, dan merica bubuk. Aduk rata.
Masukkan wortel dan jamur kuping, masak hingga wortel matang dan empuk. Tuangkan tekwan, masak hingga mendidih. Jika kuah dirasa kurang tambahkan sesuai selera. Cicipi rasanya, sesuaikan garam jika kurang asin. Angkat.
Sajikan tekwan panas-panas dgn sambal cabai rawit sebagai pelengkap. Yummy!
other source : http://hipwee.com, http://kompas.com, http://justtryandtaste.com
Komentar
Posting Komentar