[Ikan Air Laut] Geti Wijen - Camilan Jadul Jaman Simbah

Geti Wijen - Camilan Jadul Jaman Simbah
jonygoblog.blogspot.com - Anda masih ingat dgn makanan kecil bernama geti wijen? Setidaknya di kampung halaman saya di Paron dan beberapa daerah lainnya di Jawa menyebut makanan ni dgn nama demikian. Mungkin di daerah anda memiliki nama lain yg bisa anda share disini. Tapi yg jelas penganan ni sudah ada sejak saya masih kanak-kanak, sejak jaman Simbah dan sampai sekarang saya yakin masih banyak warung di Jawa yg menjualnya. Sudah sangat lama saya tak pernah mencicipinya lagi, mungkin sejak bertahun-tahun yg lalu. Dulu ketika masih kuliah di Jogya, terkadang seorang teman kost yg baru saja kembali dari mudik di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya suka membawa geti sebagai oleh-oleh. Teksturnya yg keras dgn rasa yg manis bercampur gurihnya wijen memang menjadikan geti sebagai camilan yg cukup banyak penggemarnya.

Nah kebetulan saya memiliki banyak wijen putih dan hitam yg selalu tersedia di dapur, saya memang sengaja menyediakannya karena terkadang wijen-wijen ni dipergunakan untk memberikan sentuhan khas pd masakan Korea. Sering jg saya menaburkan sedikit wijen putih pd semangkuk cereal buah membuat sarapan pagi menjadi lebih bergizi. Kali ni dgn sedikit usaha, geti wijen dgn mudah bisa di buat sendiri di rumah hanya dlm tempo 15 menit saja. ^_^

Geti Wijen - Camilan Jadul Jaman SimbahGeti Wijen - Camilan Jadul Jaman Simbah
Seringkali kita meremehkan biji wijen yg berukuran kecil dan berwarna putih dan hitam ini, umumnya selama ni biji wijen hanya digunakan sebagai pelengkap penderita saja misalnya sebagai hiasan pd aneka panganan tradisional. Minyak wijen sendiri jarang dimasukkan ke dlm salah satu komponen penyedap masakan di kuliner Indonesia berbeda halnya dgn masakan China, Jepang dan Korea. Padahal kalau kita mau telusuri lebih jauh banyak sekali manfaat biji wijen yg mungkin kurang kita kenal.

Selama ribuan tahun lamanya biji wijen (sesame seeds) telah lama dikenal sebagai sumber makanan dan minyak (sesame oil). Wijen merupakan biji yg memiliki kandungan minyak tertinggi dibandingkan biji lainnya, beberapa varitas wijen bahkan memiliki kandungan minyak hingga 50% dibandingkan dgn kedelai yg hanya 20% saja. Minyak wijen merupakan jenis minyak yg paling stabil dgn masa simpan yg lama dikarenakan kandungan antioksidan alaminya yg tinggi yaitu sesamin, sesamolin dan sesamol. Minyak wijen biasanya digunakan dlm masakan sebagai minyak salad dan margarine, dan mengandung sekitar 47 % oleat dan 39% asam linoleat. Minyak wijen sebagaimana minyak dari biji bunga matahari, kaya akan kandungan Asam Lemak Omega 6 tapi kurang akan kandungan Asam Lemak Omega 3. Selain itu minyak ni jg kaya akan protein, sekitar 24% dari bobotnya.

Geti Wijen - Camilan Jadul Jaman Simbah
Biji wijen merupakan komponen yg umum digunakan dlm aneka makanan di beberapa negara. Umumnya biji digunakan untk memberikan rasa khas kacang di dlm masakan. Terkadang biji wijen jg ditambahkan ke dlm roti, misalnya pd bagel dan di permukaan roti burger. Salah satu makanan yg cukup terkenal yg terbuat dari wijen adlh tahini. Ini adlh nama makanan khas Timur Tengah dan Turki yg terbuat dari biji wijen yg dihaluskan. Bentuknya seperti pasta pekat dan biasanya memiliki dua macam rasa, manis dan asin. Fungsinya seperti saus dimana makanan dicelupkan ke dalamnya sebelum disantap. Beberapa waktu lalu seorang teman pernah memberikan saya sebotol tahini manis yg tampilannya mirip seperti selai kacang tapi memiliki rasa yg lebih lembut dan tentunya bebas aroma kacang tanah yg khas. Saya biasanya menyantapnya dgn sepotong roti panggang dgn kucuran madu di atasnya, rasanya sedap dan legit.

Geti Wijen - Camilan Jadul Jaman Simbah
Kembali ke geti wijen yg kali ni saya posting, membuatnya sangat mudah. Bahan utama yg anda perlukan adlh biji wijen putih dan hitam, jika wijen hitam sulit anda temukan skip saja dan ganti dgn biji wijen putih. Biji wijen harus anda sangrai terlebih dahulu agar matang sebelum anda mencampurkannya ke dlm bahan lainnya. Untuk biji wijen hitam memang cukup sulit mengetahui apakah biji telah matang / belum karena itu waktu sangrai sekitar 1 - 2 menit saya rasa cukup untk membuat biji-biji menjadi matang dgn baik. Poin penting dlm pembuatan geti adlh pembuatan sirup gulanya, terlalu encer akan membuat geti lembab dan sulit keras kala telah dingin, dan terlalu pekat akan menyulitkan kita untk mencampurnya dgn wijen. Sirup dikatakan telah jadi ketika konsistensinya telah kental dan saat diteteskan ke dlm air maka sirup akan mengeras menjadi gula dgn cepat. Saat itu segera masukkan bahan lainnya dan aduk dgn cepat.

Geti Wijen - Camilan Jadul Jaman Simbah
Sayangnya geti yg saya buat walau rasanya yummy dan cukup keras tapi tak memiliki tekstur sekeras dan se-crunchy geti yg pernah saya cicipi dahulu kala. Seingat saya geti yg dijual di warung mampu mengeluarkan suara gemeretak kala digigit. Kemungkinan karena gula yg saya gunakan kurang banyak porsinya / mungkin sirup yg saya buat konsistensinya kurang kental / mungkin jg wijen yg kurang kering saat disangrai. Next trial mungkin akan lebih baik. Nah selain wijen anda jg bisa menambahkan kacang tanah / biji bunga matahari sangrai ke dlm adonan geti untk membuat geti menjadi lebih berisi. Bagi penyuka jahe, sedikit air parutan jahe segar bisa jg ditambahkan untk memberi aroma dan rasa jahe yg khas. Simpan geti dlm wadah tertutup rapat karena terlalu lama membiarkannya terbuka terkena udara langsung akan membuat geti menjadi melempem.

Berikut resep dan prosesnya ya.

Geti Wijen - Camilan Jadul Jaman Simbah
Geti Wijen
Resep hasil modifikasi sendiri

Tertarik dgn resep kue tradisional lainnya? Silahkan klik link di bawah ini:
Karakeling - Kue Berselimut Gula
Kue Biji Ketapang - Gurih Manis dan Renyah
Camilan Renyah dan Gurih Si Kue Bawang

Untuk 12 potong geti ukuran 8 x 2 cm

Bahan: - 30 gram wijen hitam sangrai - 70 gram wijen putih sangrai - 1 sendok makan air, sekitar 15 ml - 40 gram gula pasir, sekitar 1 1/2 sendok makan - 1 sendok makan madu - seujung kuku garam - 1/2 sendok makan mentega

Cara membuat:
Siapkan sehelai kertas baking ukuran 20 x 20 cm di permukaan meja. Lipat kertas menjadi dua bagian hingga terbentuk garis tengah. Kita akan menggunakannya untk menggilas geti. Sisihkan.

Geti Wijen - Camilan Jadul Jaman Simbah
Siapkan wijen putih dan hitam, sangrai masing-masing wijen secara terpisah di wajan menggunakan api yg sangat kecil. Wijen mudah sekali matang terpanggang, selalu aduk selama wijen di sangrai. Jika warnanya mulai sedikit keemasan segera angkat.

Untuk wijen hitam tanda wijen matang lebih sulit karena itu sangrai wijen selama 1 - 2 menit, angkat.

Geti Wijen - Camilan Jadul Jaman Simbah
Siapkan panci kecil, campur jadi satu air, gula, garam, dan madu. Masak dgn api kecil hingga mendidih sambil diaduk-aduk hingga tercapai konsistensi yg kental dimana ketika sirup jika dimasukkan ke air dingin akan langsung mengeras.

Masukkan mentega, aduk hingga mentega menjadi larut.

Geti Wijen - Camilan Jadul Jaman Simbah
Angkat panci dari atas kompor, tuangkan wijen yg telah disangrai ke dlm sirup gula dan aduk cepat dgn sendok hingga tercampur rata. Tuangkan wijen di salah satu sisi kertas baking, lipat kertas hingga wijen tertutup, tekan dgn telapak tangan agar pipih.

Geti Wijen - Camilan Jadul Jaman Simbah
Gilas geti dgn dengan kayu penggilas / rolling pin hingga pipih. Buka kertas, biarkan geti agak dingin supaya sedikit mengeras. Potong bagian tepi-tepi geti yg tak rata dgn pisau tajam, jika geti agak rapuh ketika dipotong diamkan sejenak hingga mengeras.

Potong-potong geti sesuai ukuran yg diinginkan. Masukkan ke kulkas agar cepat keras, dan simpan dlm wadah kedap udara agar tak melempem. Siap disantap. Yummy!

Sources:
Wikipedia - Sesame
Wikipedia - Tahini

other source : http://tribunnews.com, http://solopos.com, http://justtryandtaste.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENEMUAN MUMI DINASTY KE-17 DI MESIR