[Haji dan Umroh] Perjalanan Roh Manusia versi Islam
jonygoblog.blogspot.com - Perjalanan Roh Manusia versi Islam
berikut ni beberapa pertanyaan yg sering diajukan oleh orang non-muslim, diantaranya: Diantara peristiwa menakutkan yg akan dialami manusia setelah ajal menjemputnya adlh penghimpitan bumi terhadap jasad mereka dlm kubur. Setelah manusia mengalami penghimpitan bumi, selanjutnya mereka akan didatangi dua malaikat yg akan menginterogasi mereka. Orang yg meninggal dunia sementara bagian-bagian tubuhnya terpotong-potong seperti kepala, tangan dan yg lain, kemudian dikubur di tempat yg berbeda. Bahasa apa yg gunakan malaikat Munkar dan Nakir dlm menjalankan tugasnya? Apa memang benar bahwa orang yg meninggal pd hari Jum’at akan dijaga dari fitnah kubur? Dan apa yg dimaksud dgn fitnah kubur tersebut? Adakah diantara manusia yg tak didatangi malaikat Munkar Nakir? Apakah yg akan didatangi dua malaikat penanya hanya umat Nabi Muhammad Saw. / jg umat nabi-nabi sebelum beliau? Di manakah roh-roh manusia setelah mereka meninggal dunia? Asumsi masyarakat mengenai roh gentayangan telah begitu kental tertancap di keyakinan mereka. Sebagaimana banyak diyakini masyarakat timur yg sudah turun-temurun bahwa orang yg pd masa hidupnya selalu berbuat maksiat / mati di hari-hari tertentu seperti Jum’at Kliwon, maka setelah dia mati akan menjadi hantu-hantu gentayangan yg selalu mengganggu ketenteraman manusia. Dalam beberapa keterangan telah dijelaskan bahwa manusia ketika dikumpulkan di padang Mahsyar kelak dlm keadaan telanjang bulat. Anak kecil yg telah meninggal dunia / lahir dlm keadaan sudah mati tentunya masih bersih dari noda dan dosa. Apakah anak yg masih kecil secara fisik kelak akan mengalami perubahan pd saat mereka dikumpulkan di padang Mahsyar? Hampir semua umat Islam meyakini bahwa kelak mereka akan menjalani sebuah proses yg amat menentukan yaitu dgn melewati jembatan. Apakah orang-orang kafir kelak di akhirat jg menjalani proses penitian jembatan yg terbentang di antara surga dan neraka (shirath) / langsung dimasukkan ke dlm neraka? Apakah peyeberangan manusia di atas shirath terjadi setelah penghitungan amal mereka / sebelumnya? Disamping melalui proses penyeberangan, masih ada proses lain untk menuju surga / neraka yaitu penimbangan / penghitungan amal perbuatan mereka. Apakah anak-anak kecil yg meninggal dunia jg mengalami proses penghisaban / penghitungan amal?
- Apakah orang yg sedang sekarat dpt melihat malaikat?
- Kapankah manusia dihimpit di alam kuburnya dan apakah semua manusia akan mengalaminya?
- Apakah semua orang yg mati (dikubur / tidak) akan ditanya malaikat Munkar Nakir?
- Anggota manakah yg akan digunakan untk menjawab pertanyaan malaikat Munkar Nakir bagi mayat yg mati dlm keadaan terpotong-potong dan dikubur terpisah?
- Bahasa apa yg gunakan malaikat Munkar dan Nakir dlm menjalankan tugasnya?
- Apa memang benar bahwa orang yg meninggal pd hari Jum’at akan dijaga dari fitnah kubur? Dan apa yg dimaksud dgn fitnah kubur tersebut?
- Adakah diantara manusia yg tak didatangi malaikat Munkar Nakir?
- Apakah yg akan didatangi dua malaikat penanya hanya umat Nabi Muhammad Saw. / jg umat nabi-nabi sebelum beliau?
- Di manakah roh-roh manusia setelah mereka meninggal dunia?
- Benarkah roh orang yg telah meninggal bisa mendatangi kuburan tempat pemakamannya / bahkan menjenguk rumah dan keluarganya?
- Benarkah orang yg sudah meninggal dunia dpt bangkit lagi dan menjadi hantu gentayangan?
- Adakah dari kalangan manusia ketika dikumpulkan di padang Mahsyar tak dlm keadaan telanjang?
- Bagaimanakah keadaan anak kecil ketika dikumpulkan di padang Mahsyar?
- Apakah anak yg masih kecil secara fisik kelak akan mengalami perubahan ketika dikumpulkan di padang Mahsyar? Kemudian setelah mereka masuk surga akankah mereka menikah dgn seorang bidadari?
- Adakah dalil / keterangan yg jelas tentang hal-hal yg berkenaan dgn jembatan / shirath?
- Apakah orang-orang kafir kelak di akhirat jg menjalani proses penitian jembatan / shirath / langsung dimasukkan ke dlm neraka?
- Apakah peyeberangan manusia di atas shirath terjadi setelah penghitungan amal mereka / sebelumnya?
- Terbuat dari bahan apakah timbangan di akhirat dan apakah yg ditimbang?
- Apakah anak-anak kecil yg meninggal dunia mengalami proses penghisaban (penghitungan amal)?
adapun jawaban formal dari kaum muslim:
Apakah orang yg sedang sekarat (mau meninggal dunia) dpt melihat malaikat pencabut nyawa? Jawaban:
Menurut sebagian keterangan hadits yg diriwayatkan oleh Imam Abi Nuaim memang benar demikian, akan tetapi hal tersebut hanya terjadi pd orang yg meninggal dunia tak secara mandadak. Referensi: al-Fatawi al-Haditsiyah halaman 28.
Apakah penghimpitan tersebut terjadi setelah datang malaikat Munkar Nakir / sebelumnya?
Dan apakah semua manusia mengalami penghimpitan itu / ada pengecualiannya?
Jawaban:
Penghimpitan bumi terhadap manusia dlm kubur terjadi sebelum mereka didatangi malaikat Munkar Nakir. Karena peristiwa tersebut adlh hal pertama yg dialami manusia setelah dia dimasukkan ke dlm kuburnya. Dan semua manusia pasti mengalaminya baik yg muslim / kafir, yg saleh / durhaka. Hanya saja bagi yg muslim dan saleh, penghimpitan tersebut tak berlangsumg lama, berbeda dgn orang-orang kafir. Referensi: Hamisy al-Fatawi al-Fiqhiyah al-Kubra juz 4 halaman 210-211.
Apakah pertanyaan dua malaikat di atas hanya khusus bagi jenazah yg dikubur / semua manusia yg meninggal dunia, baik dikubur / tidak?
Dan apakah semua manusia akan mengalaminya tanpa terkecuali?
Jawaban:
Memang benar, semua manusia yg telah meninggal dunia dan telah mangalami penghimpitan bumi pasti akan didatangi dua malaikat yg disebut Munkar dan Nakir. Mereka datang untk menguji manusia dgn beberapa pertanyaan seputar pokok-pokok agama dan semuanya akan mengalami proses itu, baik jenazah tersebut dikubur / tidak, seperti mati terbakar sampai manjadi abu / dimakan binatang buas. Akan tetapi ada jg manusia yg punya keistimewaan sehingga selamat dari proses pengujian tersebut, mereka adlh muslimin yg gugur dlm medan perang (syuhada’ fi sabilillah) dan para nabi. Referensi: al-Fatawi al-Fiqhiyah al-Kubra juz 4 halaman 228 dan 387.
Bagian tubuh manakah yg akan didatangi dan ditanya malaikat?
Jawaban:
Yang akan ditanya oleh malaikat adlh bagian kepala, mengingat bagian inilah yg bisa berbicara karena punya mulut. Hal ni sebagaimana telah dijelaskan dlm salah satu hadits Nabi Saw., bahwa manusia di dlm menjawab pertanyaan malaikat Munkar Nakir dgn menggunakan mulut mereka. Referensi: al-Fatawi al-Fiqhiyah al-Kubra juz 4 halaman 233.
Jawaban:
Dalam hal ni terjadi perbedaan pendapat antara para ulama. Ada yg perpendapat bahwa bahasa yg mereka gunakan adlh bahasa Arab walaupun manusia yg ditanya bukanlah orang Arab. Dan hal tersebut bukanlah suatu kemustahilan karena akhirat merupakan tempat yg serba luar biasa. Sedangkan menurut versi lain mengatakan bahwa bahasa yg digunakan adlh bahasa Suryani. Referensi: al-Fatawi al-Haditsiyah halaman 11.
Jawaban:
Memang benar bahwa orang yg meninggal pd hari Jum’at akan dijaga dari fitnah kubur. Sebagaimana yg telah jelaskan dlm salah satu hadits bahwa Nabi Muhammad Saw. pernah bersabda: Sesungguhnya siapa saja yg meninggal dunia pd hari Jum’at maka Allah akan menjaganya dari fitnah kubur. Dan yg dimaksud fitnah kubur adlh datangnya dua malaikat yakni Munkar dan Nakir untk menginterogasi manusia di dalamnya. Sedangkan maksud dari mendapat perlindungan Allah dari fitnah kubur adlh ketika bertemu dgn dua malaikat tersebut dia sama sekali tak takut / khawatir. Ada dua istilah peristiwa menakutkan yg akan menimpa manusia dlm kuburnya yaitu fitnah kubur sebagaimana di atas dan adzab kubur / siksa kubur, yg maksudnya adlh semua siksaan yg bersifat umum baik karena ketidakmampuan mereka dlm menjawab pertanyaan dua malaikat tersebut / karena faktor lain. Referensi: al-Fatawi al-Fiqhiyah al-Kubra juz 4 halaman 379 dan Hasyiyah al-Bujairami juz 2 halaman 299.
Jawaban:
Ada, yaitu orang-orang termasuk kategori berikut ini:Referensi: al-Fatawi al-Haditsiyah halaman 10.
- Orang meninggal sebelum dia mukallaf.
- Orang mati syahid baik syahid dunia / akhirat.
- Para nabi.
- Orang yg meninggal pd hari / malam Jum’at (menurut sebagian keterangan).
- Orang yg punya amalan bacaan surat Tabarak tiap malam (menurut sebagian pendapat ditambah surah as-Sajdah).
- Orang kafir dan munafik
Jawaban:
Khilaf. Menurut Imam at-Tirmidzi dan Imam Ibnu ‘Abd al-Barr, yg akan didatangi malaikat Munkar dan Nakir hanyalah umat Nabi Muhammad Saw. saja, sedangkan menurut pendapat Imam Ibnu Qayyim dan ulama yg lain berpendapat bahwa umat para nabi sebelum Nabi Muhammad Saw. jg akan didatangi mereka. Referensi: al-Fatawi al-Haditsiyah halaman 11.
Jawaban:
Roh-roh tersebut berada di suatu tempat sesuai dgn derajat / tingkatan sebagaimana ketentuan berikut:Menurut pendapat Imam Syafi’i, roh orang mukmin yg belum mukallaf akan ditempatkan dlm lentera yg tergantung di dinding Arsy dan sewaktu-waktu bisa pergi ke surge. Sedangkan roh orang mukmin yg sudah mukallaf menurut Imam Ahmad akan ditempatkan dlm surge.
- Roh para nabi akan ditempatkan di surga ‘Illiyin.
- Roh para syuhada ditempatkan dlm perut burung hijau yg sewaktu-waktu bisa terbang ke surga.
- Sedangkan tempat roh orang-orang mukmin, para ulama berbeda pendapat.
Menurut Syeikh Wahab, roh tersebut akan ditempatkan dlm rumah putih yg berada di atas langit yg ketujuh. Lain halnya dgn pendapat Imam Mujahid, menurut beliau roh-roh tersebut selama seminggu setelah kematian akan berada di sekitar kuburan, baru kemudian dipindahkan ke tempat lain.
Dan menurut sumber yg ditarjih oleh Imam Ibnu Abd al-Barr mangatakan bahwa roh orang mukmin selain para syuhada bersemayam di sekitar kuburan mereka tapi diberi kebebasan pergi ke manapun sekehendak mereka. Dan masih ada pendapat lain yg tak jelas dari siapa menjelaskan bahwa roh mereka ditempatkan di suatu tempat di muka bumi ni yaitu dlm kolam yg sangat besar. Sedangkan roh orang-orang kafir ditempatkan suatu daerah yg bernama Barhut yaitu tempat yg sangat angker, tandus dan tak bertuan di kawasan Hadhramaut (Yaman).
Referensi: al-Fatawi al-Haditsiyah halaman 6.
Padahal mungkin saja itu semua hanya sekedar mitos warisan para nenek moyang sehingga dari hal tersebut ada sebuah permasalahan yakni benarkah roh orang yg telah meninggal bisa mendatangi kuburan tempat pemakamannya pd waktu-waktu tertentu / bahkan menjenguk rumah dan keluarganya dan apakah roh itu bisa melihat mereka?
Jawaban:
Dalam hadits shahih telah dijelaskan bahwa roh orang yg telah meninggal dunia bisa masuk ke jasadnya kembali. Tapi hal ni hanya berlaku bagi sebagian orang saja, tak semuanya. Dan Imam al-Yafi’i jg mengatakan bahwa menurut madzhab Ahlussunnah, sesungguhnya roh-roh orang-orang yg telah meninggal pd saat-saat tertentu dikembalikan lagi ke jasadnya yg berada dlm kubur terutama pd malam Jum’at. Bahkan menurut keterangan Imam al-Qurthubiy mengatakan bahwa roh tersebut jg diberi kesempatan mendatangi rumah keluarganya pd saat-saat yg memang dikehendaki Allah. Dan apakah roh-roh tersebut adlh yg dimaksud dgn roh gentayangan / dikenal dgn sebutan hantu? Hal ni akan dijelaskan dlm pembahasan mendatang. Referensi: al-Fatawi al-Fiqhiyah al-Kubra juz 4 halaman 234-235.
Bahkan dia mampu menuntut balas atas kematiannya kalau dia mati terbunuh. Hantu-hantu ni ada yg meyebutkan jerangkong, sundel bolong, pocong dan banyak istilah lain lagi. Benarkah orang yg sudah meninggal dunia dpt bangkit lagi dan menjadi hantu gentayangan?
Kalau memang benar, apakah yg keluar dari kubur tersebut, jasad ataukah rohnya?
Dan kalau tak benar, bagaimana hukum mempercayainya, mengingat hal ni sudah turun-temurun?
Dan bagaimana pula cara mengusirnya?
Jawaban:
Fenomena hantu seperti pocong, jerangkong, sundel bolong dan entah apa lagi namanya, memang seakan sudah tertancap begitu dalamnya di lubuk hati masyarakat sekitar kita. Hal ni tentunya harus disikapi dgn arif dan bijak. Sehubungan dgn masalah bangkitnya orang yg sudah meninggal dunia dari alam kuburnya, setidaknya ada tiga kemungkinan pilihan sebagai perbandingan benar tidaknya keyakinan di atas.
Pertama: yg bangkit dari alam kubur tersebut memang jasad dari orang yg telah meninggal dunia. Dan hal ni merupakan suatu ketololan apabila langsung dipercaya dan diyakini. Karena secara akal jasad orang yg telah meninggal dunia pasti mengalami pembusukan dan sangat tak beralasan apabila dia tiba-tiba punya kekuatan dpt membelah bumi / kuburnya untk bangkit kembali. Sehingga apabila hal ni yg diyakini, jelas tak beralasan dan mengada-ada. Hanya orang bodoh saja yg akan tertipu.
Kedua: yg bangkit tersebut bukan jasad dari orang yg telah meningal dunia akan tetapi rohnya. Kalau hal ni yg terjadi maka jelas-jelas bertentangan dgn salah satu hadits Nabi Saw. yg berbunyi sebagai berikut:Ùَا عَدْÙَÙ ÙَÙَا Ø·ِÙَرَØ©َ ÙَÙَا Ùَا٠َØ©َ ÙَÙَا صَÙَرَTidak ada sesuatu (selain Allah) yg dpt membuat keburukan, tak ada suara burung sebagai pertanda akan datangnya keburukan, tak ada penampakan roh dan tak ada ular yg berada dlm perut. Hadits ni menolak tegas terhadap segala bentuk penampakan roh-roh manusia dlm wujud apapun sekaligus melarang untk mempercayainya. Sehingga apabila ada yg meyakini bahwa roh orang yg telah meninggal dpt bangkit kembali dan menampakkan diri dlm wujud-wujud yg menyeramkan misalnya, itu sama artinya dgn meyakini sesuatu yg dilarang agama untk diyakini. Ketiga: makhluk lain yg sengaja merubah wujud yg sama dgn orang yg telah meninggal dunia. Dalam hal ni Nabi Saw. pernah bersabda:Ùَا غَÙْÙَ ÙَÙَÙِÙْ Ø§ÙØ³َّعَاÙَÙTidak ada setan yg menampakkan diri tapi jin Sa’ala. Hadits ni dimaksudkan untk menolak keyakinan bahwa pd saat itu di padang sahara ada setan yg menampakkan diri dan selalu mengganggu manusia dgn menyesatkan mereka yg melewati gurun sahara. Dengan hadits ni Nabi Saw. mengingatkan mereka bahwa makhluk itu sebetulnya tak ada. Yang ada adlh jin bernama Sa’ala yg diberi kemampuan dpt merubah wujud dlm bentuk yg dikehendakinya. Dan walaupun makhluk ni dinyatakan ada pd hakikatnya, kemampuannya tak dpt membahayakan manusia. Hanya Allah saja yg mampu.
Dengan hadits ni dpt disimpulkan bahwa memang ada makhluk halus bernama Sa’ala yg mampu merubah wujud dlm bentuk lain termasuk dlm bentuk orang yg telah meninggal dunia sebagaimana di atas.
Tapi yg perlu diyakini bahwa pd hakikatnya hanya Allah saja yg mampu berbuat.
Kemudian benarkah hantu-hantu tersebut adlh jin yg bernama Sa’ala Wallahu a’lam. Sedangkan cara mengusir hantu jin tersebut adlh dgn segera melakukan adzan.
Referensi: Qurrot al-’Ain bi Fatawi Isma’il Zain halaman 20 dan al-Adab asy-Syar’iyyah juz 3 halaman 369.
Adakah dari kalangan manusia yg pd saat itu tak dlm keadaan telanjang? Dan dari manakah pakaian tersebut mereka peroleh?
Jawaban:
Memang benar, ada sebagian manusia yg tak telanjang pd saat tersebut yaitu para nabi, syuhada. Mereka dikumpulkan di padang Mahsyar dgn menggunakan kain kafan yg mereka pakai pd saat dikuburkan. Dan menurut keterangan lain mengatakan bahwa para ahli zuhud sama seperti para syuhada akan tetapi keterangan ni dinilai kurang valid. Referensi: al-Fatawi al-Haditsiyah halaman 183.
Apakah kelak mereka ketika mendatangi padang Mahsyar mendapat fasilitas tertentu yaitu dgn menaiki kendaraan sebagaimana orang-orang yg bertakwa?
Dan apakah mereka akan dikumpulkan di padang Mahsyar sebagaimana umur mereka pd saat meninggal dunia?
Jawaban:
Memang benar, kelak mereka akan menaiki kendaraan sebagaimana para muttaqin (orang-orang yg bertakwa). Sementara mengenai batasan umur mereka kelak, kalau melihat keterangan al-Quran, secara tersirat mengatakan bahwa mereka akan dikumpulkan di padang Mahsyar sama seperti ketika meninggal dunia (masih kecil). Akan tetapi menurut keterangan yg diriwayatkan Ibnu Abi Hatim bahwa janin-janin yg terlahir sudah dlm keadaan mati akan dikumpulkan di surga sampai hari kiamat dan akan dibangunkan kelak seakan telah berumur 40 tahun. Referensi: Hamisy al-Fatawi al-Fiqhiyah al-Kubra juz 4 halaman 233.
Kemudian setelah mereka masuk surga akankah mereka menikah dgn seorang bidadari?
Jawaban:
Sebagaimana diterangkan di atas bahwa saat berada di padang Mahsyar, secara fisik mereka tak mengalami perubahan. Akan tetapi setelah mereka masuk surga, secara mendadak berubah menjadi anak remaja kemudian mereka menikah bukan hanya dgn bidadari saja akan tetapi jg dgn perempuan yg berasal dari dunia. Referensi: al-Fatawi al-Haditsiyah halaman 183.
Bagi yg berhasil melewatinya dia akan masuk surga sedangkan yg tak selamat akan kecebur ke dlm neraka.
Adakah dalil / keterangan yg jelas tentang hal-hal yg berkenaan dgn jembatan / shirath tersebut?
Jawaban:
Mengenai keterangan terbuat dari bahan apa jembatan tersebut, belum ditemukan. Yang ada adlh dalil yg menerangkan bahwa shirath ni semacam jembatan panjang yg membentang di atas neraka Jahanam. Bentuknya lebih tipis dari sehelai rambut dan lebih tajam dari sebilah mata pedang. Ada beberapa malaikat di pinggirnya dan beberapa anjing jg ada di tempat itu. Jembatan ni akan dilewati semua manusia. Bagi yg berhasil melaluinya, dia termasuk orang-orang beruntung. Dan bagi yg terpeleset akan langsung tercebur ke dlm neraka yg menganga di bawahnya. Tingkat keberhasilan dan kesulitan dlm melalui jembatan tersebut sangat tergantung dgn tingkat ketaatan manusia terhadap ajaran agama. Referensi: Hamisy al-Fatawi al-Fiqhiyah al-Kubra juz 4 halaman 209-211.
Jawaban:
Dalam sebagian keterangan dijelaskan mereka jg akan melalui jembatan tersebut. Sedangkan keterangan yg lain tak demikian. Tapi keterangan yg pertama diarahkan bagi orang-orang munafik bukan orang kafir. Ada jg pendapat yg mengatakan bahwa yg menempuh jembatan tersebut hanya orang-orang munafik, kafir Yahudi dan Nasrani. Hal ni sangat kontradiksi dgn pendapat yg mengatakan mereka langsung dimasukkan kedalam neraka. Referensi: al-Fatawi al-Haditsiyah halaman 182.
Jawaban:
Penyeberangan manusia melewati jembatan / shirath terjadi sebelum ditimbangnya amal mereka karena penimbangan amal adlh proses terakhir sebelum mereka menerima keputusan berada di surga / neraka. Dan bagi mereka yg beriman akan dimasukkan ke dlm neraka atas dosa yg telah diperbuatnya. Tapi pd saatnya nanti akan diangkat kembali setelah mendapat syafaat. Referensi: Hamisy al-Fatawi al-Fiqhiyah al-Kubra juz 4 halaman 228.
Proses ni untk mengetahui seberapa banyak perbuatan baik dan yg tercela. Terbuat dari bahan apakah timbangan tersebut?
Apakah sama sebagaimana timbangan yg di dunia?
Dan yg ditimbang apakah amal perbuatan manusia itu sendiri / buku catatannya?
Jawaban:
Menurut keterangan yg ada, secara garis besar timbangan tersebut hampir sama sebagaimana timbangan yg ada di dunia yakni punya lidah / tanda untk mengetahui kadar berat sesuatu yg ditimbang, disamping punya dua piringan yg satu mengkilap penuh cahaya sebagai tempat amal perbuatan yg baik dan yg kedua adlh piringan kotor dan lusuh sebagai tempat amal perbuatan yg tercela. Sebagaimana keterangan di atas maka yg ditimbang adlh amal perbuatan itu sendiri yg telah berubah bentuk menjadi jauhar. Tapi menurut keterangan lain, yg ditimbang bukan amal perbuatan akan tetapi buku catatannya. Referensi: Hamisy al-Fatawi al-Fiqhiyah al-Kubra juz 4 halaman 233-234.
Jawaban:
Mengingat mereka belum mukallaf maka amal perbuatan mereka tak dihitung. Referensi: Hamisy al-Fatawi al-Fiqhiyah al-Kubra juz 4 halaman 380.
baca juga:
source : http://solopos.com, http://youtube.com
Komentar
Posting Komentar