Gembong Narkoba El Chapo Kabur Dengan Gali Lubang, Bikin Terowongan

Gembong Narkoba El Chapo Kabur Dengan Gali Lubang, Bikin Terowongan
ALMOLOYA DE JUAREZ - Meksiko siaga satu. Penjagaan di bandara dan perbatasan diperketat. Ratusan polisi dan serdadu mendadak berkeliaran di seluruh sudut negeri berpenduduk 121,7 juta jiwa tersebut. Semuanya disebabkan Joaquin Guzman alias El Chapo kabur dari penjara berpengamanan maksimum pd Sabtu malam lalu (11/7). Sudah dua kali Guzman melarikan diri dari penjara paling aman di Meksiko. Kali pertama dia kabur pd 2001, seluruh aparat keamanan dibuat sibuk. Vicente Fox yg saat itu menjabat presiden sampai kewalahan. Bahkan, sampai dia lengser pd 2006 pun, Guzman belum berhasil dibekuk. Felipe Calderon yg menggantikan posisi Fox jg tak mampu menangkap bos kartel bius Sinaloa itu. Guzman baru tertangkap saat Meksiko berada di bawah pimpinan Presiden Enrique Pena Nieto pd 2014. Ketika itu dunia mengapresiasi kinerja pemimpin 48 tahun tersebut. Sebab, dia bisa mengembalikan gembong narkoba paling disegani di seluruh Meksiko itu ke balik jeruji besi. Tapi, ternyata Guzman kembali membuktikan kesaktiannya dgn kabur untk kali kedua akhir pekan lalu. ”Kaburnya Guzman adlh bentuk penghinaan terhadap negara,” tegas Pena Nieto, yg sedang berkunjung ke Prancis. Senin (13/7) dia memerintahkan kepolisian nasional untk melakukan perburuan besar-besaran terhadap Guzman. Dia jg meminta aparat menyelidiki insiden kaburnya Guzman dgn serius. Kuat dugaan orang nomor satu Sinaloa itu kabur atas bantuan banyak pihak. Setelah tertangkap lagi pd 2014, Guzman menjadi narapidana istimewa di Penjara Altiplano. Di penjara berpenjagaan superketat dgn pengamanan berlapis itu, pria yg pernah menjadi buron selama sekitar 13 tahun tersebut ditempatkan di sel khusus. Kamera pengintai sengaja dipasang di sel tersebut untk mengawasi gerak-gerik si narapidana selama 24 jam, kecuali aktivitas di toilet. Sabtu malam lalu kamera pengintai kali terakhir merekam aktivitas di sel sebelum Guzman pergi ke toilet. ”Kami curiga saat kamera tak kunjung memperlihatkan gambar dia keluar dari toilet. Kami pun langsung memeriksa selnya,” terang seorang petugas penjara. Begitu sampai di sel yg sekitar 17 bulan terakhir menjadi kamar Guzman, petugas sangat kaget. Sebab, Guzman sudah raib. ”Di toilet Guzman, petugas menemukan lubang sedalam sekitar 10 meter dgn sebuah tangga di dalamnya,” lanjut petugas yg merahasiakan identitasnya itu. Saat ditelusuri, lubang di dlm toilet sel Guzman itu ternyata mengarah ke sebuah terowongan. Terowongan yg dilengkapi dgn ventilasi dan sistem penerangan itu berujung di sebuah bukit di wilayah tengah Meksiko. Tampaknya terowongan tersebut sudah dipersiapkan dgn sangat matang. Rekaman video yg dirilis jaksa ibu kota menunjukkan gambar sebuah terowongan yg memiliki tempat tidur dan dapur. Artinya, selama terowongan itu digali, ada beberapa orang yg tinggal di dalamnya. Satu unit sepeda motor jg disembunyikan di dlm terowongan. Diduga, sepeda motor itu menjadi sarana untk membuang tanah galian. ”Jika tak tertangkap lagi dlm waktu 48 jam, dia sudah akan memegang penuh kendali Sinaloa,” ungkap Mike Vigil, mantan kepala operasional jaringan internasional Drug Enforcement Administration (DEA). Dalam waktu 48 jam, menurut dia, Guzman sudah bisa mencapai tanah kelahirannya, Negara Bagian Sinaloa. Apabila itu terjadi, aparat akan sangat kesulitan menangkap Guzman lagi. Di tanah kelahirannya, Guzman sangat dicintai. Hampir mustahil memburu gembong paling berpengaruh sekaligus terkaya di Meksiko itu di tempat tinggalnya. Sebab, semua orang akan melindunginya. ”Bahkan, penduduk lokal pun akan mempertaruhkan nyawa untk melindungi Guzman,” imbuh Vigil. Karena itu, dia berharap pasukan keamanan bisa bekerja ekstracepat dlm waktu 48 jam ini. Pada 2001, Guzman kabur dari Penjara Jalisco. Saat itu dia menyelinap ke dlm keranjang pakaian kotor yg hendak dicuci oleh petugas. Dia lantas berkeliaran dgn bebas di Meksiko dan mengendalikan bisnis kotornya dgn leluasa. Guzman tertangkap pd Februari 2014 dlm razia pagi buta di Resor Mazatlan oleh Korps Marinir dan DEA. Ketika itu ada sejumlah petugas yg membantu misi melarikan diri Guzman. Karena itu, kali ni pemerintah berfokus pd kemungkinan yg sama. Hingga kemarin, tak kurang dari 30 orang sudah diinterogasi terkait dgn aksi Guzman. Petugas menginterogasi semua orang yg mungkin terlibat. Mulai sipir penjara, petugas keamanan, sampai jaksa dan orang-orang penting pemerintahan Pena Nieto. ”Semua ni jelas sudah direncanakan dgn matang dari awal. Bahkan mungkin sejak awal dia mendekam di penjara. Dia mendapatkan sangat banyak bantuan dari dlm dan luar,” kritik Raul Benitez Manaut, pakar keamanan dari National Autonomous University of Mexico. Semua itu, lanjut dia, membuktikan adanya praktik korupsi dlm pemerintahan. Baik di dlm maupun luar penjara. (AP/AFP/hep/c11/ami)

source : http://solopos.com, http://infosegalagala.blogspot.com, http://okezone.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENEMUAN MUMI DINASTY KE-17 DI MESIR