[cinta] Kisah Puteri Raja dengan Darwis*
Seorang raja mempunyai seorang putri secantik bulan, yg dicintai oleh tiap orang. Nafsu terbangkit oleh matanya yg mengantuk sayu dan bius manis kehadirannya. Wajahnya seputih kapur barus, rambutnya hitam-kesturi. Kecemburuan bibirnya mengeringkan permata air terindah, sedang gula pun cair di sana karena malu.

Karena kehendak nasib seorang darwis sempat melihat putri itu sepintas, dan roti yg dipegangnya pun jatuh dari tangannya. Putri itu melintasinya bagai nyala api, dan ketika melintas, putri itu tertawa. Melihat ini, darwis itu jatuh di atas debu, hampir mati. Ia tak dpt merasa tenang, baik siang maupun malam, dan ia menangis berkepanjangan. Bila teringat akan senyum putri itu, ia mengucurkan airmata bagai awan menjatuhkan hujan. Cinta yg garang ni berlangsung terus tujuh tahun lamanya, dan selama itu ia hidup di jalanan bersama anjing-anjing. Akhirnya para pengiring sang putri memutuskan untk membunuhnya. Tetapi putri itu bicara padanya dgn diam-diam; katanya, "Mana mungkin akan ada hubungan yg mesra antara kau dgn aku? Pergilah lekas, / kau akan dibunuh nanti; jangan tinggal lagi di pintuku, tetapi bangkitlah pergi."
Darwis malang itu menjawab, "Pada hari ketika hamba jatuh cinta pd Tuanku Putri, hamba bercuci tangan dari kehidupan ini. Beribu-ribu yg seperti hamba mengorbankan diri ke haribaan keindahan Tuan. Karena para pengiring Tuan hendak membunuh hamba secara tak adil, maka jawablah kiranya pertanyaan yg biasa ini. Pada hari ketika Tuan menjadi sebab bagi kematian hamba, mengapa Tuan tersenyum pd hamba?"
"O kau si dungu," kata putri itu, "Ketika kuketahui bahwa kau hendak merendahkan martabat dirimu sendiri, aku tersenyum karena kasihan. Aku sengaja tersenyum karena kasihan bukan karena hendak mencemooh." Berkata demikian, ia pun lenyap bagai seberkas asap, meninggalkan darwis itu termangu sendiri.
)*Cerita ni diambil dari Parlemen Burung / Musyawarah Burung Fariddudin Attar.
"Aku Merasa Jatuh Cinta Membacanya...."
source : http://syaharbanu.blogspot.com, http://twitter.com, http://tribunnews.com

Komentar
Posting Komentar