TIP MENULIS: MEMILIH JUDUL (PROVOKATIF)

jonygoblog.blogspot.com - Sebelum kamu baca lebih lanjut, baca dulu tulisanOlder Postjuga

Sebelum bicara banyak soal tips menulis, muncul sebuah pertanyaan kenapa tips menulisnya bukan dari saya, yg punya blog? Kenapa dari orang lain? Pasalnya saya kan bukan penulis hebat, nanti kalau saya sok-sok-an ngasih tips menulis bisa-bisa tipsnya jadi ngawur. Intinya, saya nggak mau ngasih nasihat yg saya sendiri belum bisa membuktikannya. Saya nggak mau jadi politisi yg hobi berjanji dgn kata-kata manis tapi nggak bisa dilakukan.

Tip Menulis: Memilih Judul (Provokatif)
oleh Isa Alamsyah


Lima tahun lalu ketika Asma Nadia menjabat sebagai CEO satu penerbitan, ia berdebat cukup keras dgn pimpinan redaksi sebuah penerbitan besar yg merupakan induk dari perusahaan yg dipegangnya.
Saat itu pimpinan redaksi yg sebenarnya secara hierarki adalah atasan, meminta Asma Nadia mengganti judul buku yg ditulis dan akan diterbitkannya.
Asma tak mau mengubah judul buku tersebut dan berkata:
"Boleh tak saya berikeras, karena saya punya strong feeling about it!"
Singkatnya buku tersebut terbit dgn judul sesuai dgn keinginan Asma Nadia, dan meledak serta menjadi salah satu buku non fiksi terlaris saat itu.
Tahukah apa judul buku tersebut?
"Jangan Jadi Muslimah Nyebelin"
Tahukah kenapa awalnya judul ini ditolak?
Menurut pimpnan redaksi penerbitan besar tersebut, orang itu suka merefleksikan diri dgn sesuatu yg positif seperti "Muslimah Surga", dll. Orang tak suka dgn merefleksikan dirinya dgn hal-hal negatif.
Tahukah kenapa Asma Nadia bersikeras?
It just feel right.
Akhirnya bagaimana?
Sebagai penulis Asma Nadia memaksa dan tak mau judulnya diganti dan penerbit melihat isinya tetap punya daya jual sehingga akhirnya terpaksa penerbit menyetujui judul yg diajukan penulis (kadang penulis senior punya bargain tergantung posisi, kalau baru pemula lebih baik mengalah dulu paada penerbit)
Bagaimana akhirnya nasib buku dgn judul provokatif ini?
Buku initerjual dgn lars manis dan menjadi best seller. Bahkan buku ini terbit di Malaysia dgn bahasa Melayu.
Tahukan kenapa buku ini sukses?
Setelah dikaji, selain isinya yg bagus, ternyata judul buku ini bersifat "Provokatif" ini justru "Eye cathing" "Mengundang Rasa Tahu"- "Mengundang Rasa Penasaran" bahkan mungkin "Mengundang Rasa Marah"
Karena judulnya mengundang rasa ingin tahu, orang mau mendekat dan kemudian memegang dan membaca cover.
Setelah membaca cover, baru magis lain yg bekerja "Endorsemnet" ini dibahas berikutnya.
Setelah endorsemet baru isi buku yg bekerja. Isi yg bagus membuat orang mau merekomendasikan buku ini ke orang lain, bahkan menjadikan buku ini sebagai kado, baik kado pertemanan, kado ulang tahun, dll.
Jadi kunci sukses buku Jangan Jadi Muslimah Nyebelin kalau kita runtut:
1. Judulnya Provokatif membuat orang mau tahu. 2. Endorsement membuat orang jadi mau baca dan beli
3. Isinya membuat orang menertawakan diri sendiri dan akhirnya menyadari kesalahan dan memperbaiki diri. Buku ini sangat powerful untuk salon kepribadian muslimah.
4. Karena isinya membuat pembaca impresif, maka ia tak segan segan merekomendasikan buku ini ke orang lain, dan menghadiahkan ke orang lain.
Pada prinsipnya semua unsur di atas yg membuat buku ini sangat sukses di pasaran, akan tetapi semua pintu gerbang dibuka oleh judul.
.
Kembali ke masalah judul.
Saya pernah membeli buku judulnya "Crazy Billionaire Speak." Di cover ada gambar Oprah, Bill Gates dan lainnya. Judulnya sangat menantang.
Lalu di atasnya ada tulisan "New York Times Best Seller" saya makin tertarik.
Singkat cerita saya beli. Ternyata setelah dibuka isinya hanyalah kumpulan quote dari para toko di atas, sesuatu yg bisa dgn mudah kita dapat di internet.
Kalau judulnya "Kumpulan Quote Tokoh Dunia" pasti saya tak beli.
Berarti penerbit cermat mengemas Judul.
Ada juga buku
"Kalau Mau sukses, Jangan sekolah!" saya kira ini buku tentang orang yg pendidikannya rendah tapi sukses. Mungkin bagus buat tambahan data buku saya "No Excuse!"
Ternyata pas dibaca bukunya cuma biografi orang sukses dan sebagian besar juga sarjana. Tidak ada pemikiran sekolah sebagai penghambat sukses.
Tapi bagaimanapun judulnya sudah membuat saya membeli buku tersebut.
Ada juga buku "Mimpi 1 juta Dollar" saya mau tahu apa resepnya. Tapi sampai habis saya tak tahu darimana si tokoh dapat uang 1 juta dolar itu.
Judul juduk tersebut cukup memperdayai saya untuk membeli sekalipun ternyata isinya tak semanis judulnya.
Intinya judul sangat penting.
Judul akan sangat berpengaruh terhadap gerak pembaca.
Judul bisa membuat orang memutuskan untuk membaca / tidak.
Judul bisa membuat orang ingin membeli buku / tidak.
Kalau contoh di atas adalah judul yg provokatif, maka sebenarnya ada banyak kiat untuk membuat judul menarik, tak cuma provokatif, ini cuma salah satu pendekatan saja.
Judul yg bagus di antaranya (dibahas lengkap di waktu lain):
- jangan terlalu panjang
- jangan terlalu pendek
- jangan membocorkan isi
- Membuat penasaran (memancing rasa ingin tahu)
- Frasenya tak standar
- dll (sebenarnya di notes fan page Asma Nadia juga pernah dibahas).
Karena itu kalau mau karya kita dibaca, pikirkan judulnya sebelum dipublish.
(Keterangan tambahan: Sekarang buku Jangan Jadi Muslimah Nyebelin, terbit dgn judul baru Salon Kepribadian - Sub Judul Jangan Jadi Muslimah nyebelin. Alasan pergantian judul karena teknis, buku lama diterbitkan penerbit berbeda, dgn harga lama sehingga sulit melakukan penyesuaian di komputer toko buku besar, jadi akhirnya terpaksa direvisi judulnya)
Tip Menulis: Memilih Judul (Provokatif) Mengapa Judul Artikel Harus Provokatif 16:58 Agussiswoyo. Menulis. BERITA Memilih judul artikel yang provokatif memiliki sisi plus dan minus Tips Menulis: Memilih Judul Provokatif Tips Menulis: Memilih Nama Tokoh Tips Menulis: Trik Membuat Karakter Konsisten Tips Menulis: Membuat Tokoh Memilih Judul Artikel Blog Menurut AS Haris Sumadiria dalam buku Menulis Artikel dan Provokatif artinya judul artikel harus mampu menarik minat pengunjung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENEMUAN MUMI DINASTY KE-17 DI MESIR