Proses Pembekuan Manusia untuk Memasuki Kondisi Hibernasi #05986
Proses Pembekuan Manusia untk Memasuki Kondisi Hibernasi memang masih menjadi pertanyaan besar bagi orang yg belum tahu. Banyak pertanyaan apakah pernah dilaksanakan pembekuan pertama kali di dunia ini? Bila Anda penyuka film fiksi ilmiah (science fiction) pasti pernah menyaksikan adegan dimana manusia dibekukan selama perjalanan “antariksa” / menyaksikan film manusia purba yg hidup kembali setelah “membeku” beribu-ribu tahun lamanya. Memanglah kedua cerita itu sampai waktu ni tetap tergolong “science fiction” dikarenakan belum terjadi dlm dunia nyata.

Akan tetapi hal semacam ni bisa saja tak lama lagi menjadi “non fiksi” dikarenakan ada banyak para ahli bedah dari Amerika tepatnya di UPMC Presbyterian Hospital dari Pittsburgh, Pennsylvania akan melaksanakan percobaan pd manusia untk memasuki “penundaan kehidupan” / sama dgn “pembekuan kehidupan” dimana nanti pd saat yg diinginkan orang itu sanggup kembali dipulihkan dari keadaan beku/hibernasi.
Mengapa hal semacam ni dijalankan? Alasan analisis serta percobaan ni merupakan untk menolong mereka yg mengalami luka parah / penyakit yg tak dpt disembuhkan untk memiliki waktu semakin banyak sampai ditemukannya obat / pengobatan yg dpt mengobati di masa depan maka memiliki kemungkinan hidup semakin besar.
Teknik penundaan/pembekuan kehidupan ni akan diujicobakan pd 10 pasien yg terluka parah melalui cara mendinginkan tubuh namun bukan hanya melalui suhu luar, akan tetapi melalui cara mengambil semua darah pasien, kemudian menggantikannya dgn larutan garam dingin. Hal semacam ni dpt mendinginkan tubuh serta memperlambat fungsinya hingga terhenti serta mengurangi kepentingan oksigen.
Sesungguhnya ada peristiwa penundaan/pembekuan kehidupan ni pd peristiwa yg tak disengaja pd beberapa orang, seperti wanita Swedia bernama Anna BÃ¥genholm yg bisa bertahan hidup dibawah lapisan es dlm air yg membeku selama 80 menit pd kecelakaan ski, lalu ada orang Jepang bertahan 24 hari tanpa makan / minum dgn mengalami situasi hibernasi hipotermik.
Banyak dokter yg terlibat menyebutkan apa yg mereka lakukan dgn makna “emergency preservation and resuscitation” dimana teknik ni di kembangkan oleh Dokter Peter Rhee yg berhasil melakukan ujicoba pd babi pd tahun 2000. Serta pd tahun 2006 Dr Rhee beserta timnya mempublikasikan hasil dari pengamatan mereka.
Mereka berhasil melaksanakan pembekuan kehidupan pd babi dgn teknik yg sudah dijelaskan diatas dimana sebagian besar babi berhasil dihidupkan kembali dari keadaan “beku/hibernasi” tersebut.
Akan tetapi pd manusia, untk kala ni kemungkinan hal semacam ni akan berhasil dijalankan untk selama beberapa jam saja, tetapi jika benar-benar berhasil, hal semacam ni sudah adalah pencapaian serta perubahan besar yg sanggup menolong nyawa manusia.

Akan tetapi hal semacam ni bisa saja tak lama lagi menjadi “non fiksi” dikarenakan ada banyak para ahli bedah dari Amerika tepatnya di UPMC Presbyterian Hospital dari Pittsburgh, Pennsylvania akan melaksanakan percobaan pd manusia untk memasuki “penundaan kehidupan” / sama dgn “pembekuan kehidupan” dimana nanti pd saat yg diinginkan orang itu sanggup kembali dipulihkan dari keadaan beku/hibernasi.
Mengapa hal semacam ni dijalankan? Alasan analisis serta percobaan ni merupakan untk menolong mereka yg mengalami luka parah / penyakit yg tak dpt disembuhkan untk memiliki waktu semakin banyak sampai ditemukannya obat / pengobatan yg dpt mengobati di masa depan maka memiliki kemungkinan hidup semakin besar.
Teknik penundaan/pembekuan kehidupan ni akan diujicobakan pd 10 pasien yg terluka parah melalui cara mendinginkan tubuh namun bukan hanya melalui suhu luar, akan tetapi melalui cara mengambil semua darah pasien, kemudian menggantikannya dgn larutan garam dingin. Hal semacam ni dpt mendinginkan tubuh serta memperlambat fungsinya hingga terhenti serta mengurangi kepentingan oksigen.
Sesungguhnya ada peristiwa penundaan/pembekuan kehidupan ni pd peristiwa yg tak disengaja pd beberapa orang, seperti wanita Swedia bernama Anna BÃ¥genholm yg bisa bertahan hidup dibawah lapisan es dlm air yg membeku selama 80 menit pd kecelakaan ski, lalu ada orang Jepang bertahan 24 hari tanpa makan / minum dgn mengalami situasi hibernasi hipotermik.
Banyak dokter yg terlibat menyebutkan apa yg mereka lakukan dgn makna “emergency preservation and resuscitation” dimana teknik ni di kembangkan oleh Dokter Peter Rhee yg berhasil melakukan ujicoba pd babi pd tahun 2000. Serta pd tahun 2006 Dr Rhee beserta timnya mempublikasikan hasil dari pengamatan mereka.
Mereka berhasil melaksanakan pembekuan kehidupan pd babi dgn teknik yg sudah dijelaskan diatas dimana sebagian besar babi berhasil dihidupkan kembali dari keadaan “beku/hibernasi” tersebut.
Akan tetapi pd manusia, untk kala ni kemungkinan hal semacam ni akan berhasil dijalankan untk selama beberapa jam saja, tetapi jika benar-benar berhasil, hal semacam ni sudah adalah pencapaian serta perubahan besar yg sanggup menolong nyawa manusia.
Komentar
Posting Komentar