Kisah Mistis Tsunami Aceh, Diselamatkan Ular Raksasa #182600

Kisah Mistis Tsunami Aceh, Diselamatkan Ular Raksasa Home Daerah Kisah Nenek Diselamatkan Ular Raksasa dari Tsunami Aceh. Kisah Nenek Diselamatkan Ular Raksasa dari Tsunami Lowongan Kerja Terbaru di Bank BCA Kisah Nenek Diselamatkan Ular Raksasa Dari Tsunami Aceh. Duniaku: kisah nabi isa lengkap, Rahasia besar balik tsunami aceh 2004 siap murtad, Nenek Diselamatkan Ular Raksasa Tsunami Aceh, kisah nyata sampai sekarang belum terkuak misalnya saja Kisah Tsunami Aceh, Nenek Diselamatkan UlarTsunami yg meluluhlantakan aceh 26 tahun silam menyimpan banyak misteri dan kisah kisah di luar akal sehat. Seperti beberapa bangunan yg selamat saat gelombang menerjang, bayi bayi mungil yg selamat meski ribuan orang meninggal, dan bermacam keajaiban aneh yg mungkin sulit di jabarkan dgn logika dan pikiran.
Dialah Ummikasum (60) yg masih diberi umur panjang oleh Tuhan. Ada keajaiban saat tsunami menerjang Aceh. Kisah ni terjadi 10 tahun silam. Saat tsunami memporak-porandakan Aceh, ada seorang nenek bisa selamat setelah ditolong oleh seekor ular.

Kisah ni memang seperti tak masuk akal, namun ni sebuah kisah nyata. Kisah di balik selamatnya warga Aceh saat diterjang tsunami pd tanggal 26 Desember 2004 lalu. Hingga memakan korban sebanyak 126.761 orang meninggal, 93.285 hilang, 25.572 terluka, dan 125.572 orang kehilangan tempat tinggal.

Ummikasum yg akrap disapa Maksum berprofesi sebagai juru memandikan mayat. Dia jg bidan kampung dan telah melakoni pekerjaan ni selama 35 tahun. Dia berkisah saat dirinya diselamatkan oleh seekor ular.

Kisah Mistis Tsunami Aceh, Diselamatkan Ular Raksasa
bekas tsunami aceh. (merdeka)
Kendati demikian, ia tak ingat secara persis bagaimana cara dililit oleh ular tersebut. Hingga ia bisa selamat dari hantaman gelombang tsunami ni yg mencapai ketinggian gelombang sebatang pohon kepala tua.

Mulanya, Minggu pagi hari malapetaka bagi seluruh rakyat Aceh, Maksum sedang asyik menyiram dan membersihkan bunga yg ada di pekarangan rumahnya. Tiba-tiba sekitar pukul 08.00 WIB, bumi Aceh bergetar, bergoyang ke kiri dan ke nanan. Baru ia sadar ternyata gempa berkekuatan 9,8 SR. Dia bersama seorang cucu yg masih berusia 5 tahun dlm gendongannya menjauh dari bangunan dan mencari tanah lapang.

"Dulu rumah saya besar dan saya sedang di luar, sedang tanam bunga," jelas Maksum pd merdeka.com.

Saat bercerita, wajah Maksum yg sudah keriput tetap tersenyum. Meskipun kisah pilu yg ia ceritakan membuat ia teringat kejadian masa lalu. Ada 30 orang keluarga intinya meninggal, namun ia sudah bisa tertawa lepas sembari bercerita kisah unik dirinya selamat dari gelombang tsunami.

Saat itu anak keduanya berlarian ke arah dirinya dan mengatakan air laut naik ke darat. "Lalu saya jawab, yg tak ada jangan minta ya," ucapnya, dia pun terus melanjutkan membereskan bunga-bunga yg ada di pekarangan rumahnya.

Tiba-tiba, air laut benar-benar menerjang dirinya dari belakang. Letak rumah Maksum dgn bibir pantai hanya berkisar 400 meter. Hingga dirinya terjatuh dan cucunya dlm gendongan pun terlepas.

Meskipun saat itu dirinya berusaha untuk meraih cucunya, namun derasnya gelombang tak sebanding dgn kekuatan tangannya saat itu berusia 50 tahun. "Sempat saya tarik cucu saya, tetapi kawat yg terpegang, sampai luka ni jari saya," jelasnya sambil menunjukkan bekas jarinya yg luka. Sedangkan cucunya saat itu sangat jelas terlihat olehnya digulung oleh gelombang tsunami.

Saat itu dirinya tak sadarkan diri lagi. Sehingga dia tak bisa menceritakan bagaimana cara dirinya digulung oleh gelombang tsunami. Akan tetapi tiba-tiba dirinya sudah berada di daerah jembatan Krueng Cut yg berjarak sekitar 800 meter dari rumahnya.

Saat itulah dia baru sadar, bahwa bersamanya ada seekor ular besar yg melilit tubuhnya. Kepala ular tersebut menjulur ke arah wajah Maksum. Namun saat itu, Maksum tak sedikit merasa takut.

Justru Maksum mengaku, sempat berbisik dgn suara nada lemas, meminta agar bisa diselamatkan ke daratan. "Saya bilang waktu itu, tolong selamatkan saya ke darat," ucapnya dgn bahasa Aceh.

Lantas, ular itu mengantar ke darat langsung bergerak dan menenggelamkan dirinya dlm sungai dan lagi-lagi tiba-tiba dirinya sudah berada di jembatan Lamnyong, Darussalam dgn Jaraknya sekitar 300 meter.

Ketika itu, dirinya sudah mulai sadarkan diri. Bahkan dia mengaku bisa mendengar ada jeritan orang yg meminta tolong, termasuk melihat banyak orang yg digulung dlm gelombang arus sungai Krueng Cut tersebut.

"Saya waktu itu tak ada lagi pakaian sehelai pun dan saya dlm sampah dan ular itu masih melilit tubuh saya," jelasnya.

Maksum sejak usia 25 tahun telah menjadi seorang bidan desa dan jg menjadi orang yg selalu dipanggil saat ada orang meninggal. Profesi ini, Maksum mengaku akan terus dilakukan sampai hayat menjemputnya.

Lalu kisah Maksum bisa keluar dari tumpukan sampah dan lilitan ular di tubuhnya setelah 3 orang anak muda dari petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menghampirinya. Mereka pun langsung mengangkat tubuh Maksum dari sungai tersebut.

"Saya sempat bilang, ada ular di tubuh saya melilit, namun salah satu dari mereka bilang tak apa-apa, ular itu tak menggigit kita," kenangnya.

Namun ia sendiri tak ingat lagi ketiga anak muda itu. Padahal ia ingin sekali mengucapkan terimakasih pd relawan PMI ini. Namun, sayangnya Maksum tak mengenalinya.

Lalu Maksum kembali berkisah, saat dirinya diangkat oleh 3 relawan PMI ini. Secara perlahan-lahan ular yg melilit tubuhnya tadi langsung melepaskan dirinya dan lalu menghilang dlm sekejap ke dlm sungai.

Kini Maksum menempati sebuah rumah bantuan di lokasi semula. Untuk mengisi waktu luang, ia membuka sebuah kios berjualan makan anak-anak dan jg kebutuhan bahan pokok rumah tangga.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENEMUAN MUMI DINASTY KE-17 DI MESIR