Hari Libur Nasional (Perlukah ?)

"Sebaiknya libur karena memang begitu realitasnya ketentuan secara nasional. Tapi, kalau ada kegiatan yg diminta tetap berlangsung maka perlu difasilitasi Kita perlu siapkan petugas yg memadai untuk piket mengantisipasi dampak/ketidaksinkronan dosen, pegawai dan mahasiswa akibat pengumuman mendadak"(Rektor IPB: Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M. Sc)
Berita seperti itu yg menyebar melalui sms di kalangan mahasiswa IPB pd sabtu (14/5/2011) lalu, dimana melalui sistem pesan elektronik tersebut secara terselubung menyatakan bahwa kegiatan memberi-menerima ilmu pd hari senin depan (16/5/2011) ditiadakan. Tidak lama setelah pesan elektrik itu menyebar, pd sore harinya (lupa jam berapa) dugaan gua terbukti benar, bahwa semua kuliah dan praktikum yg dilaksanakan pd hari Senin ternyata diliburkan.
Sebenarnya gua nggak akan membahas tentang masalah libur / tidaknya pd hari Senin depan, hanya saja gua sedikit miris kalau perkuliahan/praktikum harus diliburkan karena HARPITNAS (Hari Terjepit Nasional) yg sebenarnya tidak termasuk dalam bagian tanggal merah pd kalender Indonesia.
kk kq kesannya munafik banget ya ?
hahahahahaha .....
Alasan gua sebenarnya adalah karena malas kalau harus mencari jadwal untuk kuliah, apalagi praktikum pengganti, for your information, mencari ruang kelas untuk jadwal pengganti di IPB termasuk susah-susah-gampang (susahnya dua kali loh). Kenapa ? Karena peraturan baru di IPB terkait jam malam yg menyatakan bahwa semua kegiatan kampus harus sudah selesai sebelum jam sepuluh malam.
trus masalahnya apa kk ?
Masalahnya menurut gua adalah : tindakan ini bisa dibilang kurang efisien. Karena dgn segala keterbatasan mencari dan menggunakan ruangan di kampus, jadwal pengganti ada kemungkinan untuk bentrok dgn jadwal kuliah/praktikum SC maupun minor. Selain itu tuntutan untuk menghadiri responsi/praktikum suatu mata kuliah minimal 100% juga cukup menyulitkan mahasiswa dalam perizinan.
Memang kalau dalam mayor sendiri ada sedikit "kemudahan" yg terlihat dalam perizinan, hal ini disebabkan karena mahasiswa dan staff fakultas mayor sama-sama mengerti tentang keadaan di sekitar fakultas mereka. Tapi bagaimana dgn mata kuliah SC / minor yg notabene lintas fakultas ? Kesulitan berlipat mungkin menunggu sang mahasiswa dalam mengurus perizinan.
Memang kalau kita melihat dari kacamata mahasiswa, apalagi yg berdomisili di Jabodetabek, mereka akan memilih untuk pulang pd hari itu. Itu wajar, karena rasa rindu akan orang tua yg ada di rumah memang tidak bisa ditahan, apalagi bagi mereka yg harus "menderita" tanpa orang tua baik itu di asrama, kostan maupun kontrakan.
Tapi sekali lagi gua ingin menuliskan disini, bahwa apa tugas mahasiswa ? Kalau dari suatu situs yg pernah gua baca (lupa linknya) tertulis kalau "belajar demi ilmu merupakan tanggung jawab mahasiswa pd negara, sedangkan belajar demi IP merupakan tanggung jawab mahasiswa pd orang tua".
Nah, kalau permasalahannya begitu, gua rasa sangat sedikit (gua nggak bilang semua) orang tua yg akan menyuruh anaknya untuk pulang dan menyuruh anaknya untuk tetap menimba ilmu.
Nah, sekarang gua mau melakukan perbandingan dgn beberapa mahasiswa/siswa/pegawai yg sudah gua survey beberapa hari ini terkait hari libur ini. Hasilnya, ada juga company tempat mereka menimba ilmu/mencari makan yg tidak meliburkan mereka, mungkin mereka berpikir (penelusuran gua melalui bola kristal) untuk mengoptimalisasi kemampuan sumber daya manusia yg mereka miliki.
Jadi setelah membaca panjang lebar tulisan di atas gua ingin bertanya :
*gambar diunduh dari google
kk kq kesannya munafik banget ya ?
hahahahahaha .....
Alasan gua sebenarnya adalah karena malas kalau harus mencari jadwal untuk kuliah, apalagi praktikum pengganti, for your information, mencari ruang kelas untuk jadwal pengganti di IPB termasuk susah-susah-gampang (susahnya dua kali loh). Kenapa ? Karena peraturan baru di IPB terkait jam malam yg menyatakan bahwa semua kegiatan kampus harus sudah selesai sebelum jam sepuluh malam.
trus masalahnya apa kk ?
Masalahnya menurut gua adalah : tindakan ini bisa dibilang kurang efisien. Karena dgn segala keterbatasan mencari dan menggunakan ruangan di kampus, jadwal pengganti ada kemungkinan untuk bentrok dgn jadwal kuliah/praktikum SC maupun minor. Selain itu tuntutan untuk menghadiri responsi/praktikum suatu mata kuliah minimal 100% juga cukup menyulitkan mahasiswa dalam perizinan.
Memang kalau dalam mayor sendiri ada sedikit "kemudahan" yg terlihat dalam perizinan, hal ini disebabkan karena mahasiswa dan staff fakultas mayor sama-sama mengerti tentang keadaan di sekitar fakultas mereka. Tapi bagaimana dgn mata kuliah SC / minor yg notabene lintas fakultas ? Kesulitan berlipat mungkin menunggu sang mahasiswa dalam mengurus perizinan.
"IPB sebenarnya belum siap menggunakan sistem mayor-minor"
(Anonim. 2009)
Memang kalau kita melihat dari kacamata mahasiswa, apalagi yg berdomisili di Jabodetabek, mereka akan memilih untuk pulang pd hari itu. Itu wajar, karena rasa rindu akan orang tua yg ada di rumah memang tidak bisa ditahan, apalagi bagi mereka yg harus "menderita" tanpa orang tua baik itu di asrama, kostan maupun kontrakan.
Tapi sekali lagi gua ingin menuliskan disini, bahwa apa tugas mahasiswa ? Kalau dari suatu situs yg pernah gua baca (lupa linknya) tertulis kalau "belajar demi ilmu merupakan tanggung jawab mahasiswa pd negara, sedangkan belajar demi IP merupakan tanggung jawab mahasiswa pd orang tua".
Nah, kalau permasalahannya begitu, gua rasa sangat sedikit (gua nggak bilang semua) orang tua yg akan menyuruh anaknya untuk pulang dan menyuruh anaknya untuk tetap menimba ilmu.
Nah, sekarang gua mau melakukan perbandingan dgn beberapa mahasiswa/siswa/pegawai yg sudah gua survey beberapa hari ini terkait hari libur ini. Hasilnya, ada juga company tempat mereka menimba ilmu/mencari makan yg tidak meliburkan mereka, mungkin mereka berpikir (penelusuran gua melalui bola kristal) untuk mengoptimalisasi kemampuan sumber daya manusia yg mereka miliki.
Jadi setelah membaca panjang lebar tulisan di atas gua ingin bertanya :
Perlukah kita libur pd saat HARPITNAS ?
*gambar diunduh dari google
source : http://faridazroel.blogspot.com, http://viva.co.id, http://dailymotion.com
Komentar
Posting Komentar