Mengapa harus menjaga hati?
Jagalah hatimu dgn segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:5)
Suatu saat adakalanya seseorang merasa tak percaya diri hidupnya tak berarti seolah-olah ia adalah orang hidup tanpa kehidupan. Semua rencananya tak berhasil apa yg diinginkan dan dicita-citakan sepertinya tak sama dgn yg ia peroleh. Ia mengatakan bahwa sudah tak ada semangat hidup tak ada kehidupan yg harus dikejar batas keputusasaan sudah dekat. Siapa yg bisa memperbaiki kondisi seperti ini? Tentunya hanyalah Firman Allah dan pribadi Yesus yg bisa menolongnya, kita percaya itu. Tetapi orang ni adalah orang yg rajin ke gereja, semua firman sudah di dengar saat kebaktian minggu maupun kebaktian rumah. Tetapi sepertinya tak ada yg berubah, semuanya terasa sama, sehingga kejenuhan yg ia keluhkan. Bahasa gaulnya adalah BT. Marilah kita lihat firman Tuhan di ayat Amsal 4:5, selain kita percaya adanya jamahan dan layatan Tuhan saat kita mendengar firman ada usaha aktif yg menjadi syarat untuk membiarkan kehidupan baru timbul di dlm diri kita yaitu jagalah hati dgn kewaspadaan. Dari apa saja hati itu harus dijaga? Dari segala yg bisa membuat hubungan kita dgn Tuhan kita menjadi jauh mengapa karena hati adalah tempat masuknya hikmat dan membawa pengetahuan (Amsal 2:10). Pengetahuan ni dibawa di dlm hikmat yg Tuhan berikan dan di dlm pengetahuan ada berbagai solusi yg membuat jiwa kita tenang. Jadi jika kita mewaspadai hati kita maka jiwa kita akan tenang dan solusi Tuhan akan mengalir di dlm kita. (Amsal 14:30)
Sisi buruk yg harus diwaspadai dgn hati adalah hati merupakan tempat terjadinya perencanaan kejahatan (Amsal 6:18) disadari maupun tidak. Di dlm hati ada tipu daya (Amsal 12:20), kekuatiran (Amsal 12:25), ada amarah terhadap ayah (Efesus 6:4), ada keserakahan (2 Petrus 2:14) Betapa rentannya hati ini, kondisi hati menentukan kehidupan dan ketenangan jiwa (Amsal 14:30). Hati yg tenang menyegarkan tubuh tetapi hati yg iri membusukkan tulang.
Apa bisa kita pura-pura dgn hati kita? Siapa yg akan menyelidiki hati kita? Dalam Yeremia 17:10 dikatakan bahwa Tuhan sendiri yg menyelidiki hati dan menguji batin, sebab melalui hati semua rekaman dari tingkah laku dan perbuatan dpt tersimpan. Segala rancangan manusia ada di dlm hati (Amsal 19:21), manusia merancang banyak hal tetapi keputusannya Tuhan yg terlaksana bahkan apa yg tak dirancang di hati manusia Tuhan akan berikan (1 Korintus 2:9) tetapi syaratnya manusia tersebut mengasihi Tuhan dan takut akan Tuhan.
Lalu bagaimana jika kita hanyalah mewaspadai hati tetapi toh rancangan yg banyak kita buat tak berjalan sepertinya otoritas Tuhan dlm rancangan tak dpt dijadikan rancangan kita? Dalam membuat rancangan dan memperoleh hikmat kita harus berkomunikasi dgn Tuhan dan mau melakukan rencananya dgn rendah hati. Rancangan manusia tak jauh dari kekayaan, kehormatan dan kehidupan yg nyaman. Tuhan tahu itu. Kita sebagai orang kristen tak perlu menyibukkan diri dgn ketiga hal itu. Hati kita tak perlu dipenuhi oleh rancangan-rancangan tentang ketiga hal itu yg perlu hanyalah rendah hati mau mendengar apa yg Tuhan suruh dan takut akan Tuhan, maka ketiga hal itu akan diberikan sebagai upah (Amsal 22:4). Permulaan hikmat kuncinya adalah takut akan Tuhan (Mazmur 111:10) dan ruang penyimpannya adalah hati.
Sedikit mengenai takut akan Tuhan, apakah yg dimaksud oleh iman kristiani mengenai takut akan Tuhan, dlm Amsal 8:13 dikatakan takut akan Tuhan ialah membenci kejahatan, tak sombong, menjaga tingkah laku dan mulut yg tak penuh tipu muslihat. Jika diulas semua jika kita ingin agar semua masalah ada solusinya kita harus menjaga hati agar mempunyai hikmat, untuk punya hikmat harus takut akan Tuhan, takut akan Tuhan berarti dlm hati kita tak ada kejahatan, kesombongan dan niat untuk melakukan tingkah laku dan ucapan yg jahat. Artinya semua yg bertentangan dgn semua itu menandakan hati kita tak terjaga, dimana ada ketidaktenangan jiwa saat itulah berarti hati kita sedang tak tenang. Bahkan jika jika setengah-setengah ataupun mendua hati untuk takut akan Tuhan maka hati kita tak akan tenang (Yakobus 1:8)
Bagaiman jika sudah terlanjut di dlm hati kita untuk sering melakukan kejahatan dan mendua hati antara Tuhan dan Kejahatan? Jawabnya bertobatlah dan sucikan hatimu dgn mendekat kepada Tuhan (Yakobus 4:8). Jika Iblis melihat dosa yg tersimpan dlm hati dan menuduhkannya kepada Tuhan kita dpt berkata Allah lebih besar dari hati kita serta mengetahui segala sesuatu (1 Yohanes 3:19)
Jadi seharusnya di dlm hati itu ada apa lagi selain hikmat? Atau pertanyaannya apa yg perlu dilestarikan di dlm hati? Dalam 2 Korintus 3:3 di dlm hati harus ada surat Kristus yg ditulis oleh Roh Allah sendiri, ada teranganNya Tuhan (2 Korintus 4:6), Roh anakNya Allah ada di dlm hati, ada hukumNya Tuhan yg dituliskan (Ibrani 8:10)
source : http://reddit.com, http://rohani.chiberz.com, http://liputan6.com
Komentar
Posting Komentar