Mantan Mendikbud M Nuh Mengkritik Anies Baswedan Soal Penghentian Kurikulum 2013 #2679

Mantan Mendikbud M Nuh Mengkritik Anies Baswedan Soal Penghentian Kurikulum 2013 Mantan Mendikbud M Nuh Mengkritik Anies Baswedan Soal Penghentian Kurikulum 2013, Mantan Mendikbud M Nuh Mengkritik Anies Baswedan Soal Penghentian Kurikulum 2013 Kritik Anies, M Nuh Nilai hal itu hanya soal pembiasaan karena Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sebelumnya menginstruksikan sekolah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Anies Baswedan telah memutuskan mantan Mendikbud M Nuh menjadi yang paling 2 Soal Pertemuan
Mantan Mendikbud M Nuh Mengkritik Anies Baswedan Soal Penghentian Kurikulum 2013

Mantan Mendikbud M Nuh Mengkritik Anies Baswedan Soal Penghentian Kurikulum 2013
Seo4rt - Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, menilai kebijakan Kementerian Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah kembali pd Kurikulum 2006 adalah langkah mundur. Kurikulum 2013 secara substansi dinilainya tak ada masalah.

"Kalau ada masalah teknis, mestinya dicarikan solusi perbaikannya, bukan balik ke belakang sebab KTSP secara substansi ada kekurangan dan secara teknis jg perlu penyiapan lagi," kata Nuh di Surabaya, Minggu (7/12/2014), seperti dikutip Antara.
Nuh menjelaskan, bukti Kurikulum 2013 tak ada masalah secara substansi adalah dgn tetap diberlakukannya untuk 6.221 sekolah. Jika ada masalah, kata dia, maka tentu tak akan dipakai sama sekali.

"Untuk itu, mestinya, alternatifnya ya penerapannya tak langsung 'dibajak' dgn dibatasi pd 6.221 sekolah itu, melainkan sekolah mana saja yg siap, ya dipersilakan menerapkannya, apakah siap secara mandiri / siap berdasarkan penilaian pemerintah," katanya.

Selanjutnya, untuk sekolah-sekolah yg tak siap akan "disiapkan" oleh pemerintah melalui pendampingan dan pelatihan sampai benar-benar siap. Penyiapan guru dan buku itu merupakan tugas pemerintah.
"Kalau kembali pd Kurikulum 2006 / KTSP itu justru mundur, karena secara substansi belum tentu lebih baik, lalu butuh waktu lagi untuk melatih guru lagi (dengan KTSP) dan bahkan orang tua harus membeli buku KTSP," kata Nuh.

Menurut dia, Kemendikbud sudah pernah mengadakan UKG (uji kompetensi guru) untuk mengevaluasi penguasaan guru terhadap KTSP itu pd 2012. Ternyata, kata dia, nilai rata-rata adalah 45. Padahal Kurikulum 2006 itu sudah enam tahun berlaku.

"Jadi, kita perlu pelatihan guru lagi, padahal kita sudah melatih guru untuk Kurikulum 2013 dgn nilai UKG pd Kurikulum 2013 itu mencapai 71, meski tentu nilai 40 masih ada, tapi guru dgn nilai di atas 80 jg ada," katanya.

Oleh karena itu, ukuran penguasaan guru terhadap substansi dan metodologi Kurikulum 2013 jg masih lebih baik daripada penguasaan terhadap Kurikulum 2006 (KTSP). Saat itu, UKG dilakukan pd 1,3 juta guru.

"Kita jg sudah merancang solusi untuk penyiapan guru yg nilai UKG-nya tak bagus / 40, yakni pendampingan dan klinik konsultasi bagi guru yg mengalami kesulitan itu. Bahkan kita jg sudah merekomendasikan reformasi LPTK sebagai 'pabrik guru'," katanya.

Selain itu, jika kembali pd Kurikulum 2006 (KTSP), ujar Nuh, hal itu akan mengharuskan orang tua untuk membeli buku baru. Padahal, buku-buku Kurikulum 2013 selama ni sudah digratiskan.
"Nanti, mafia buku akan merepotkan masyarakat lagi," katanya.

Ia mengakui bahwa buku Kurikulum 2013 memang ada yg terlambat, tapi pemenuhan atas keterlambatan itu menjadi tugas pemerintah.

"Itu tugas pemerintah, bukan justru dgn cara 'membajak' Kurikulum 2013. Saya kira itu tak etis secara akademis. Tapi, kalau game politik, ya nggak tahu-lah," kata Nuh.

Ditanya tentang keberatan guru terhadap sistem penilaian Kurkulum 2013 yg naratif / deskriptif, ia mengatakan, hal itu hanya soal pembiasaan karena hal baru memang membutuhkan pembiasaan.

"Yang penting, penilaian numerik disertai narasi itu lebih objektif karena banyak negara maju / banyak sekolah berkualitas yg memakai cara itu, sehingga dua anak yg sama-sama memiliki nilai 7 akan diketahui perbedaan dari kekurangan keduanya. Nilainya bisa sama, tapi kekurangannya beda," katanya.
Nuh menambahkan, Kurikulum 2006 (KTSP) jg bukan tanpa masalah, di antaranya pelajaran sejarah untuk SMK tak ada, jam pelajaran Bahasa Inggris lebih banyak dua kali lipat daripada Bahasa Indonesia, tak adanya mata pelajaran yg mendorong analisa data (survei TIMMS/PISA), dan sebagainya.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan sebelumnya menginstruksikan sekolah yg belum menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester untuk kembali ke Kurikulum 2006.

Sementara itu, sekolah yg telah menjalankan selama tiga semester diminta tetap menggunakan kurikulum tersebut sembari menunggu evaluasi dari pihak berwenang.

"Dengan memperhatikan rekomendasi tim evaluasi implementasi kurikulum, maka Kurikulum 2013 dihentikan," kata Anies di Jakarta, Jumat (5/12/2014).

Anies mengatakan, saat ni ada 6.221 sekolah yg sudah pakai Kurikulum 2013 selama tiga semester lebih.
"Mereka akan jadi contoh bagi sekolah yg belum siap," tambah Anies.

Mantan Rektor Universitas Paramadina ni kembali menyinggung soal pelaksanaan Kurikulum 2013 yg dinilai terlalu cepat. Anies pun berharap agar pelaksanaannya yg sudah dievaluasi kali ni bisa berjalan setahap demi setahap.

Sekolah yg dijadikan contoh pun nantinya akan jadi model dlm pelaksanaan Kurikulum 2013 yg ideal bagi sekolah-sekolah lain.




Sumber : tribunnews

Mantan Mendikbud M Nuh Mengkritik Anies Baswedan Soal Penghentian Kurikulum 2013

source : http://solopos.com, http://seo4rt.blogspot.com, http://cnn.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENEMUAN MUMI DINASTY KE-17 DI MESIR