Saat Gua Nyasar di Dufan

Saat Gua Nyasar di Dufan karena saking ramenya antrian sempat terlintas di pikiran gua seandainya gua jadi pegawai dufan mungkin gua saat gua merasa pinter nyasar ke Saat bis mulai masuk tol dan menambah kecepatan, rdquo dari Ciledug ke Dufan, tolong gua nyasar, sekarang gua di daerah yang ada danaunya, Malah, justru pada saat ga ada resolusi gua nyasar ke blognya Ngedate di Dufan. Kira kira bulan Juni, gua kesampean juga untuk mewujudkan
Saat Gua Nyasar di Dufan
Ini Dufan, bukan UNIPERSAL
Jadi ceritanya dalam beberapa minggu kemarin isu-isu refreshing ke Dufan di grup blogger bernama Kancut Keblenger (@KancutKeblenger) sudah mulai diapungkan, memang cara mengapungkannya tidak langsung melalui grup / via twitter resminya. Hal ini dikarenakan memang karena ada acara lain (yang diduga) akan bentrok dgn acara refresh otak di Dufan ini, jadi infonya memang hanya tersebar di beberapa akun twitter tertentu dan via sms.
Jadi sesuai rencana awal project refresh (bahasa gua) ini diadakan pd tanggal 22 April 2012 di Dufan yg lagi diskon 50% berhubung sedang memperingati Hari Bumi (cuma modal flyers fotokopian). Dan Manusia-manusia ababil yg berangkat pd hari bersejarah itu ialah ; gua sebagai yg punya blog ini #hubungannya? (@Farid_275dB) , Tammy (@thamiziouss), Diori (@dioriiss), Senny (@senny12), Galih (@GalihHidayat_), Dhilah (@dhilooo), Rizki aka Kiko (@Kikokokiko), Dini (@missndinndin), Izza (@izzaddict), Shanti (@thiShanti) dan Sastra (Temannya Shanti, jadi gua nggak tahu akun twitter-nya).
*kenapa dibilang bersejarah ? Baca terus sampai ending
Jadi buat gua dan beberapa orang yg berdomisili di Bogor (Tammy dan Izza) berkumpul di rendezvous point yaitu KFC depan Taman Topi buat nungguin Kiko dan Senny (yang jauh-jauh dari Jakarta ke Bogor cuma buat nitip KFC). Setelah Senny datang dan ditemukan keberadaannya (Kiko telah datang dan member Bogor sudah selesai sarapan di KFC) perjalanan ke Dufan dimulai dgn naik kereta menuju Manggarai.
*sepanjang perjalanan gua tidur, jadi nggak ada yg bisa diceritain
Sesampainya di Manggarai, terlebih dahulu kami turun dari kereta dan mengidentifikasikan sesosok makhluk mirip Sule OVJ, yak, dialah Galih Hidayatullah yg ditinggal jomblo oleh temannya Badot (simak disini) bersama Shanti yg kembarannya Shinta tidak bisa hadir karena alasan yg lupa gua kepo bersama Sastra (ceritanya dia temennya Shinta yg dibajak Shanti, tapi entah mengapa gua masih ragu). Berdelapan kami menuju shelter Busway yg arah Ancol.
Setelah beberapa adegan shuffle dan PDKT-nya Galih terhadap Tammy, Senny dan Izza di atas Busway, akhirnya busway-nya sampai di Ancol. Di ancol kami bertemu lagi dgn satu orang manusia yg ingin di-refresh otaknya di Dufan yaitu Dini (yang baru jadi hijabers, doakan bisa langgeng dgn Galih seperti Pina-Badot #eh #salahfokus). Dikira sudah mau berangkat ke Dufan, eh ternyata eh ternyata masih harus nunggu Dhilah dan Diori dulu. Nunggu Dhilah berkorban dgn baterai bb gua yg disimpan buat foto-foto meski akhirnya gagal sih tidak seberapa, nunggu Diori ini loh yg rada lama.
Saat Gua Nyasar di Dufan
Ini lagi nunggu Diori, sampai lumutan saking lamanya #digeplakDiori
Setelah beribu-ribu detik berlalu muncullah Diori, sayangnya ini bukan kopdar #KK, soalnya kalau kopdar #KK si Diori bisa dihukum bayarin tiket masuk Dufan kita semua (yang jumlahnya sebelas orang | hitung sendiri). Berhubung sudah sebelas orang marilah pertandingan bolanya dimulai . . . . . #eh
Maaf agak salah fokus barusan dikarenakan semacan gangguan teknis. Berhubung sudah sebelas orang dan tidak ada yg ditunggu lagi maka mari kita menyerbu Dufaaaaan !! *gaya Leonidas di 300* Bermodalkan flyers fotokopian yg dibawa Tammy kami masuk dgn diskon sampai 50%, meskipun flyers masih banyak dan jiwa-jiwa calo menghinggapi, namun karena malas sendiri melihat antriannya maka langsung menuju Dufan tanpa jadi calo tiket.
*Eniwei, gua baru sadar pas masuk Dufan kalau bb gua rusak total, jadi niat ambil foto-foto (kebanyakan candid) harus dibatalkan.
Foto pertama yg diambil ialah foto didepan UNIPERSAL (sesuai yg diucapkan Dioris) yg sebenarnya globe besar yg dikasih tulisan DUFAN (DUPAN kalau versinya Izza). Untuk fotonya sendiri silahkan scroll ke bagian awal dari postingan ini.
Setelah ditempel tanda masuk Dufan di tangan masing-masing dan bertanya kenapa maskot hari ini harus Kabul dan lain-lain, perhatian tertuju pd wahana Kora Kora (bukan Avatar). Semua langsung kegirangan mencoba Kora Kora kecuali Senny yg katanya trauma dan ke Dufan cuma pengen ke Istana Boneka. Sebelum naik wahana Kora Kora ternyata para pengunjung (termasuk kami) harus mengunjungi wahana antrian super duper teramat dan sangat panjang yg melelahkan, saking anti sama lelah kami memilih untuk ngebanyol dan semacam melakukan hiburan diri sendiri.
Saat Gua Nyasar di Dufan
Wahana Kora-Kora
*gambar nyomot dari google

Gua dan Galih terkadang bingung kenapa orang harus teriak-teriak dan berpose seakan tangan mereka akan menggenggam udara yg ada diatas, dan ternyata gua dan Galih akhirnya paham kenapa orang-orang kebanyakan melakukan hal tersebut. Kalau kalian perhatikan gambar putri duyung di gambar diatas kalian akan paham maksudnya apa. Eniwei, dampak dari menaiki Kora Kora bagi kami ialah.
  • Gua dan Galih mendapatkan pencerahan kenapa tangan harus keatas dan teriak ketika naik Kora Kora.
  • Sastra yg mengalami semacam gangguan telinga karena teriakan Tammy sangat teramat kuat.
  • Gua dipanggil abang sama Diori #cuhiyeeee
  • Sisanya lupa ditanya, yg jelas pd mau brojol penafsirannya.

Eniwei ada missing link dari cerita gua diatas, tepatnya setelah kami masing-masing dicap tanda masuk Dufan dan sebelum naik Kora Kora. Missing link yg dilupakan ialah ketika kami melihat KW Super-nya dari Jembatan Intan yg menjadi saksi bisu seorang Badot menyatakan cintanya kepada Supince. Berhubung Galih merupakan sohib dekatnya Badot yg sekarang ditinggal jomblo, maka Galih aka Aih ini disuruh foto disana, sukur-sukur Jembatan Intan KW dan jadi Badot sera Pina versi KW bisa membuat Galih lepas dari belenggu fakir asmara. Niat awalnya sih yg jadi Pina KW Super si Dini, secara dia juga baru berjilbab dan pertama kali bertemu dgn Galih (agak mirip-mirip pasangan Badot-Pina), namun sayang pasangan ini malah berpose chibi chibi hingga akhirnya Pina KW Super diperankan oleh Tammy.

Saat Gua Nyasar di Dufan
Apakah mirip ?
*insert : pasangan sebenarnya

Selesai menaiki Kora Kora rombongan ini tampaknya ingin mencoba naik Halilintar. Berhubung halilintar adalah wahana ekstrim (antriannya) gua memutuskan nggak ikut, daripada mabok karena kelamaan antri gua lebih memilih menemani Diori, Shanti dan Senny yg juga nggak naik. Selagi menunggu rombongan antri Halilintar, waktu diisi dgn photo-shoot absurd dan ngemil. Oiya, selagi menunggu ternyata ada juga rombongan para Idol dari Indonesian Idol yg juga lagi liburan di Dufan (atau malah stalking gua ?). Dan hokinya, salah satu Idol yaitu Febri (CMIIW kalau salah) duduk di sebelah Diori (sebenarnya melepas lelah, Diori takut nyapa dan Shanti juga nggak sadar ada Idol karena memang nggak ngikutin Idol) dan langsung dimanfaatkan Diori buat minta foto.

Saat Gua Nyasar di Dufan
Demi apa ini anak langsung loncat-loncat kegirangan habis foto

Berhubung Febri Idol-nya sudah pergi, ide iseng timbul dipikiran. Ide iseng tersebut ialah manas-manasin rombongan yg masih tabah mengantri Halilintar dgn foto Diori (yang ada lihat barusan), ekspetasi terpenuhi. Tampang-tampang envy khususnya dari Kiko dan Dhila yg lihat Diori bisa foto sama Idol terlihat amat teramat jelas, bahkan Dhila sampai ingin keluar barisan karena ingin foto bareng juga.

*Lu kok ga ikutan Rid ?*Dibilangin gua ga paham soal Indonesia Idol, kalau yg lewat Yayan Ruhiyan mungkin bakalan histeris juga minta foto bareng.

Setelah puas membuat iri rombongan besar tersebut dgn foto Diori feat. Febri Idol waktu diisi dgn (masih) melakukan photo-shoot absurd. Antara lain foto dgn memanfaatkan sudut pandang, mulai dari sentuh (maaf) pantat patung sampai megang pop corn raksasa. Lumayan lelah photo-shoot hoki gua datang juga, ditraktir (meskipun bayar lima ribu rupiah juga akhirnya) Magnum sama Senny.

Saat Gua Nyasar di Dufan
This is absud (kenapa gua pose chibi ?)
Saat Gua Nyasar di Dufan
Manipulasi kamera (setelah gagal berkali-kali)
Setelah rombongan pengantri Halilintar menunggu sekitar dua jam dan HANYA menikmati wahana Halilintarnya selama kurang lebih 1-2 menit, perjalanan pun dilanjutkan. Berhubung sudah waktunya makan siang ya makan juga lah kami. Ada yg beli makan siang di McD dan ada yg makan bekal yg dibawa sendiri, sedangkan gua ? Gua nebeng makan Spagettinya Diori (bawa sendiri dianya), seperti yg dilakukan umat lainnya.

Saat Gua Nyasar di Dufan
Entah mengapa tampang gua seperti itu dan entah mengapa fokusnya bukan di gua.

Selesai makan siang, lanjut perjalanan tanpa arah demi sebuah wahana yg bisa bikin teriak (sumpah, gua sama Galih masih bingung kenapa orang-orang pd screaming-screaming pas naik wahana sedangkan gua dan Galih pokerface). Wahana yg jadi "korban" berkutnya ialah Arung Jeram. Berhubung antriannya naujubillah panjangnya, ngebanyol di antrian menjadi acara wajib lagi, mulai dari menemukan sisi feminim dari Galih sampai 'iklan' shampoo. Eniwei, pas rombongan kita mau sampai Arung Jeram, kita bertemu lagi dgn rombongan Idol (yang sepertinya stalking gua) yg juga mau ng-Arung Jeram, ekspetasi ; si Dhila + Diori + Tammy teriak histeris, realiti ; si Dhila + Diori teriak histeris.

Selesai Arung Jeram (malas nulis panjang-panjang tentang bagaimana gua, Shanti dan Sastra terpisah dari rombongan karena jumlah seat-nya kurang, selain itu mas-mas operatornya juga trolling waktu rombongan pertama masuk, dia bilang begini "buat mas-masnya, tolong dibantu rekan / pacar yg disebelahnya". Kenapa trolling ? Ya karena yg masuk (apalah namanya itu ... < isi sendiri >) di gelombang pertama itu ya jomblo semua.) yg not-so-wet itu (lagi dan lagi) kami bertemu dgn rombongan Idol. Bedanya sekarang para Idol itu jadi santapan foto bareng kerumunan massa yg ada disana. Dapat ditebak oknum-oknum selain gua, Galih dan Senny juga ikutan jadi massa yg minta foto bareng. Berikut beberapa diantaranya (gua bagi per Idol aja, ngenes kalau ditampilin semua).

Saat Gua Nyasar di Dufan
Kiko & Rosa Idol
Saat Gua Nyasar di Dufan
Dera Idol & Dini
Saat Gua Nyasar di Dufan
Ivan Idol & Dhila

Entah kerasukan setan/jin/dedemit apaan, orang-orang diatas yg sebelumnya malas menyisihkan uang buat ambil foto ketika di wahana mendadak "rela" mengorbankan berlembar-lembar rupiah tersebut untuk mengambil foto ketika di wahana, apakah dampak bertemu seorang (atau serombongan) Idol sedahsyat itu ? #hmmm

Selesai wahana Arung Jeram sebenarnya si Senny masih dgn misi awal yaitu ke Istana Boneka, namun entah ada apa rombongan kami malah ikut antrian Happy Feet 4D. Dan sumpah dah, antrian ini sungguh teramat ngebetein, selain lama, panjang serta ujungnya nggak kelihatan. Namun semua itu ada obatnya dgn saling ngebanyol (lagi dan tampaknya sudah menjadi kebiasaan) dan diselingi 'atraksi' planking oleh seorang bocah.

Saat Gua Nyasar di Dufan
*Depressi ngantri

Saat Gua Nyasar di Dufan
Ini Planking, bukan pingsan



*skip ke bagian sudah dalam wahana, karena terlalu malas buat ngetik tentang ng-antri
Jadi ceritanya sudah di fast forward dalam wahana 4D. Wahana ini duduknya sepasang-sepasang and guess what, gua bareng Galih untuk sementara ini dalam wahana. Wahana yg semacam kursi pijat ini menampilkan film Happy Feet, dan khususnya pd adegan snow surfing dan para pinguin-pinguin lucu tersebut run for their lives karena dikejar anjing laut (atau singa laut ?). Poin membingungkannya adalah ; ini bukan film horor dan cuma menampilkan rantai makanan yg sangat teramat biasa (karnivor memakan daging - / dalam potongan film ini mengejar) tapi kenapa orang-orang pd teriak-teriak histeris ? Akhirnya demi mengikuti mainstream gua dan Galih mengangkat tangan ke atas dan bersuara dgn lantang "TERIAK !!! TERIAAAAK !!!" (Seriously dude, buat apa teriak-teriak lihat pinguin dikejar-kejar ? Bukan dikejar Mad Dog ini).

Selesai dari wahana 4D rombongan kembali histeris melihat Hysteria, kenapa ? Karena antriannya sudah lebih manusiawi, meskipun begitu gua nggak ikut karena memang emoh. Aku lemah, aku tak berdaya #plaaak. Akhirnya cuma gua, Shanti, Senny dan Izza yg tidak ikut dan lebih memilih buat foto-foto (again and again).

Saat Gua Nyasar di Dufan
Kelompok yg naik Hysteria
(total stranger) - Diori - Tammy
Saat Gua Nyasar di Dufan
Kelompok yg tidak naik Hysteria
Izza - Shanti - Gua (Farid)

Setelah rombongan dari Hysteria turun dan masih dalam keadaan lemas kaki sementara gua dan rombongan yg absen naik Hysteria sibuk photo-shoot absurd. Berhubung langit sudah menjelang gelap, maka wahan terakhir yg diputuskan untuk dinikmati ialah Biang Lala. Lagi-lagi rombongan kami harus dibagi dua karena satu gondola hanya muat untuk enam orang, di gondola gua ada gua (yaiyalah), Tammy, Senny, Shanti dan Sastra. Sedangkan sisanya di gondola yg satunya, ada alasan kenapa Galih diletakkan di gondola sebelah meskipun dia ingin masuk gondol gua, adalah supaya dia bisa nembak salah satu gadis yg datang dgn romantis (kan romantis kalau nembak diatas gondola pas malam, diterangi rembulan dan kelap-kelip gedung-gedung Jakarta).

Sementara di gondola gua bisa dibilang agak error. Kami teriak-teriak ketika orang yg naik Kora Kora juga teriak, kemudian sadar dgn kata-kata "beda wahana". Selain itu baru sadar Sastra itu takut ketinggian (terus dia daritadi naik Kora Kora, Halilintar dan Hysteria ???) tapi sabodo teuing, the show must go on, dokumentasi harus diperbanyak. Dan anehnya dia gondola gua yg terkesan santai berbeda dgn gondola sebelah (gondolanya Galih dkk.) yg ketakutan habis, gua bingung. Ini wahana Bianglala serem darimananya coba ??? (FYI, gondola gua nomornya ga enak, 13 mameeen).

Sesampai dibawah kami penasaran dgn hasil penembakan si Galih, dan gua langsung pokerface mendengar cara Galih nembak para gadis yg ikut bersamanya di gondola.

"Jadi gini, gua suka sama kalian semua. Sekarang siapa yg mau jadi pacar gua ?"

(Galih Hidayatullah, ditinggal jomblo Badot)

Berhubung nggak ada yg menjawab perasaan Galih kala itu maka akhirnya perjalanan kami di Dufan berakhir. Tidak terasa selama seharian penuh di Dufan ini banyak diisi dgn canda tawa, guyon bahkan bully-an nggak jelas. Tapi dari semua itu kami lebih mengenal pribadi dari orang-orang yg hadir pd hari ini dan berhasil mengukir kenangan manis bersama di Dunia Fantasi. Meskipun Galih gagal melepaskan status jomblo pd hari ini tapi tenang Lih, masih ada hari esok dan esoknya lagi.

Last word, ucapan terima kasih sebesar-besarnya bagi Tammy, Izza, Kiko, Senny, Galih, Shanti, Sastra, Dini, Dhila dan Diori yg sudah datang dalam acara refresh otak di Dufan ini. Tanpa kehadiran kalian mungkin acaranya tidak akan seseru yg kemarin dijalani, dan tentunya terima kasih juga kepada grup blogger Kancut Keblenger yg sudah menjadi jembatan awal pertemuan kami, para manusia absurd.


Saat Gua Nyasar di Dufan
Jangan lihat orangnya, lihatlah background-nya.
#salahfokus

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENEMUAN MUMI DINASTY KE-17 DI MESIR