PUASA RAJAB Menurut Ulama Syafi'iyyah

Ulama Syafi'iyyah sangat akal menurut ulama Syafi’iyyah dan Orangtua Penguasa Poligami Puasa Puasa Bulan Rajab Rajab Riba Bank sejarah Syafi'i dan Hanbali). 3. Menurut ulama Wahabi, puasa bulan Rajab termasuk bid'ah yang Dipersembahkan Oleh Detya Bungas Pada Pukul 8:39:00 AM Puasa bulan rajab, bulan rajab dan sya’ban menurut kesepakatan tiga kalangan dibatalkan adalah disunnahkan menurut ulama syafi’iyyah dan
PUASA RAJAB Menurut Ulama Syafi'iyyah
Berikut ini kami nukil dua pendapat Ulama bermazhab syafi'ie mengenai kedudukan hukum puasa rajab, semoga bermanfaat dan menambah semangat bagi yang mengamalkannya.

1. Al-Mukarram, Ibnu Shalah Rahimahullah
مسألة صوم رجب كله هل على صائمه إثم أم له أجر وفي حديث عن النبي صلى الله عليه وسلم يرويه ابن دحية الذي كان بمصر أنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم إن جهنم لتسعر من الحول إلى الحول لصوام رجب هل صح ذلك أم لا أجاب رضي الله عنه لا إثم عليه في ذلك ولم يؤثمه بذلك أحد من علماء الأمة فيما نعلمه بلى قال بعض حفاظ الحديث لم يثبت في فضل صوم رجب حديث أي فضل خاص وهذا لا يوجب زهدا في صومه فيما ورد من النصوص في فضل الصوم مطلقا والحديث الوارد في كتاب السنن لأبي داود وغيره في صوم الأشهر الحرم كاف في الترغيب في صومه وأما الحديث في تسعير جهنم لصوامه فغير صحيح ولا تحل روايته والله أعلم Beliau ditanya: "Bagaimana tentang Puasa rajab sepenuhnya, apakah pelakunya mendapatkan dosa atau mendapatkan pahala?, padahal dalam hadits disebutkan “sesungguhnya neraka Jahannam menyala-nyala dari tahun ke tahun bagi orang-orang yang melakukan puasa rajab”, apakah hadits ini shahih?"
Beliau Menjawab: "Ia tidak berdosa, dan tidak ada seorangpun dari Ulama yang menyatakan itu berdosa menurut yang kita ketahui. Memang benar, telah berkata Para Hafizh hadits bahwa tidak sebut tentang kelebihan puasa Rajab satu hadits yang khusus, namun bukan berarti harus menjauhi puasa tersebut lantaran ada Nash-nash tentang kelebihan puasa secara muthlaq (umum).
Hadits yang sebut dalam kitab Sunan Abi dawud dan lainnya sudah cukup dalam menggemarkan puasa rajab. Adapun hadits “sesungguhnya neraka Jahannam menyala-nyala dari tahun ke tahun bagi orang-orang yang melakukan puasa rajab” bukan hadits shahih dan tidak boleh meriwayatkannya." (Fatawa Ibnu Shalah)

2. Al-Mukarram, Ibnu Hajar al-Haitami

Ketika ditanyakan mengenai Ulama yang melarang puasa Rajab, beliau menjawab:
أن الصواب مع القائل باستحباب صوم يوم الاثنين والخميس ورجب وباقي الأشهر الحرم ومن قال إن ذلك غير مستحب ونهى الناس عن صومه فهو مخطئ بل وآثم لأن غاية أمره أنه عامي والعامي لا يجوز له تقليد الأقوال الضعيفة والأخذ بقضيتها وقد اتفق أئمتنا على ضعف مقالة الحليمي المذكورة في السؤال بل على غرابتها وشذوذها وأنها منابذة للسنة الصحيحة
"Sesungguhnya kebenaran bersama orang yang berkata disunatkan puasa hari senin, kamis, puasa rajab, dan semua bulan-bulan haram. Adapun yang mengatakan hal itu tidak sunat dan melarang manusia dari puasa itu maka ia bersalah bahkan berdosa, karena ia adalah orang awam, dan orang awam tidak boleh ditaqlid perkataannya yang lemah.
Sungguh telah sepakat para Ulama ikutan kita tentang lemahnya perkataan al-Hulaimi yang telah disebutkan pada pertanyaan tadi, bahkan pernyataan itu terkesan aneh, syaz, dan menentang bagi sunnah yang shahih." (fatawa al-Fiqhiyyah al-Kubra)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PENEMUAN MUMI DINASTY KE-17 DI MESIR