KEREN...Pria ini Bikin Helm Pencegah Gegar Otak
KEREN...Pria ni Bikin Helm Pencegah Gegar Otak

Di saat anak seusianya senang bermain, Linus Nara Pradhana (14) justru giat bereksperimen. Penemuannya, helm dgn sistem endoterm untuk mencegah gegar otak saat terjadi benturan, menyabet penghargaan nasional sekaligus internasional.
Siswa kelas VIII SMP Kristen Petra 5 Surabaya ni memiliki gagasan out of the box sehingga menghasilkan penemuan sederhana, tetapi sangat bermanfaat. Helm yg diciptakan memiliki sistem pendingin di dlm bantalan untuk mengantisipasi perdarahan di bagian kepala.
”Harapannya, helm ni bisa menjadi alat pertolongan pertama bagi korban kecelakaan sebelum dibawa ke rumah sakit,” kata Nara, demikian ia biasa dipanggil, ketika ditemui di rumahnya di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur.
Hasil kreasi Nara ni mengantarnya menjadi finalis Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) akhir Februari lalu. Hak paten temuan ni telah didaftarkan dan akan diproduksi secara massal oleh produsen helm PT Sentral Bahana Ekatama di Surabaya.
Nara membutuhkan waktu lima bulan untuk merealisasikan ide awalnya menjadi helm bernama Cool Impact tersebut. Dengan bantuan ayahnya, Gunawan Siswoyo (54), Nara melakukan penelitian di tiga lokasi, yakni laboratorium SMP Kristen Petra 5, PT Sentral Bahana Ekatama, dan Balai Konsultasi Industri.
Cara kerja
Sistem pendingin helm ni terletak pd serbuk dan cairan kimia yg tercampur di dlm ruang bantalan pelindung saat terjadi benturan. Cairan kimia dikemas dlm plastik yg kekuatannya berbeda dgn plastik bungkus serbuk merah muda serupa garam.
Bahan plastik kemasan cairan kimia lebih mudah pecah dan berukuran kecil sehingga dpt disisipkan ke dlm plastik berbahan lebih kuat berisi serbuk. Jika terjadi benturan, plastik yg lebih kecil akan robek sehingga cairan kimia akan keluar membanjiri plastik berisi serbuk.
Saat cairan dan serbuk kimia bercampur, terjadi reaksi endotermik sehingga suhu di dlm helm yg semula 32,2 derajat celsius dpt turun menjadi 11,5 derajat celsius. Cairan dingin di dlm bantalan helm berfungsi sebagai pengompres kepala.
”Suhu dingin di dlm helm ni hanya bertahan 25 menit. Karena itu, sifatnya hanya sebagai pertolongan pertama,” ujar Nara. Ia tak bersedia menyebut nama cairan dan serbuk kimia itu karena terikat kontrak dgn PT Sentral Bahana Ekatama.
Cairan dan serbuk dlm plastik dimasukkan ke bantalan helm di tiga sisi, yakni belakang, samping kiri, dan samping kanan. Penemuan bahan kimia itu tak terlepas dari kontribusi Gunawan yg mengarahkan Nara untuk membaca beberapa literatur kimia.
Nara mengungkapkan, serbuk dan cairan kimia dlm bantalan tersebut hanya dpt berfungsi jika dipasang pd helm yg memenuhi standar keamanan. ”Kalau helmnya lepas / pecah saat benturan, ya, sistem pendingin tak berguna,” kata Nara yg bercita-cita menjadi pilot ini.
Nara telah memperhitungkan bahwa kekuatan benturan yg diperkirakan akan membahayakan kepala akan memecahkan plastik berisi cairan kimia. Nara telah menguji coba kekuatan benturan menggunakan semangka yg dimasukkan ke dlm tiga helm berbeda kualitas, kemudian dijatuhkan dari ketinggian 6 meter. Semangka itu diibaratkan kepala manusia.
Hasilnya, di helm pertama yg berkualitas rendah, semangka tak pecah, tetapi helm pecah. Pada helm kedua dgn bahan memenuhi standar keamanan berkualitas sedang, semangka dan helm sama-sama tak pecah. Di helm terakhir yg berkualitas tinggi, semangka pecah, tetapi helm tak pecah.
Pengembangan
Helm pencegah gegar otak ni merupakan pengembangan dari helm berpendingin yg lebih dulu digagas saat Nara duduk di kelas VI SD. Nara berinisiatif menciptakan helm berpendingin karena merasa iba dgn ayahnya yg kerap merasa kepanasan saat menggunakan helm.
Helm berpendingin ni menggunakan gel sodium polyacrylate (biasa ditemukan dlm popok bayi dan pembalut wanita) yg diletakkan di atas tempurung helm dan dpt menampung air 100 mililiter. Adanya air, mampu menurunkan suhu di dlm helm hingga 21 persen.
Berkat helm berpendingin tersebut, Nara meraih medali emas dlm penghargaan International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Bangkok, Thailand.
”Gara-gara helm sebelumnya jadi juara dan dikontrak PT Sentral Bahana Ekatama, Nara jadi senang bereksperimen dgn helm,” kata Gunawan, ayah sekaligus pembimbing penelitian Nara.
Apa yg diraih Nara sejauh ni memang tak terlepas dari peran Gunawan yg berprofesi sebagai guru elektro dan karya ilmiah di SMP Kristen Petra 3 Surabaya. Sejak menginjak kelas II SD, Nara kerap ikut sang ayah ke laboratorium. Hal ni yg membuat Nara menyenangi eksperimen dan dunia penelitian.
”Ide awal selalu dari Nara. Saya hanya membantu mengarahkan Nara untuk mewujudkan ide-idenya itu,” ujar Gunawan yg mengaku menjadi ikut sibuk sejak anak sulungnya tersebut meraih penghargaan dlm berbagai perlombaan.
Siswa kelas VIII SMP Kristen Petra 5 Surabaya ni memiliki gagasan out of the box sehingga menghasilkan penemuan sederhana, tetapi sangat bermanfaat. Helm yg diciptakan memiliki sistem pendingin di dlm bantalan untuk mengantisipasi perdarahan di bagian kepala.
”Harapannya, helm ni bisa menjadi alat pertolongan pertama bagi korban kecelakaan sebelum dibawa ke rumah sakit,” kata Nara, demikian ia biasa dipanggil, ketika ditemui di rumahnya di kawasan Sidoarjo, Jawa Timur.
Hasil kreasi Nara ni mengantarnya menjadi finalis Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) akhir Februari lalu. Hak paten temuan ni telah didaftarkan dan akan diproduksi secara massal oleh produsen helm PT Sentral Bahana Ekatama di Surabaya.
Nara membutuhkan waktu lima bulan untuk merealisasikan ide awalnya menjadi helm bernama Cool Impact tersebut. Dengan bantuan ayahnya, Gunawan Siswoyo (54), Nara melakukan penelitian di tiga lokasi, yakni laboratorium SMP Kristen Petra 5, PT Sentral Bahana Ekatama, dan Balai Konsultasi Industri.
Cara kerja
Sistem pendingin helm ni terletak pd serbuk dan cairan kimia yg tercampur di dlm ruang bantalan pelindung saat terjadi benturan. Cairan kimia dikemas dlm plastik yg kekuatannya berbeda dgn plastik bungkus serbuk merah muda serupa garam.
Bahan plastik kemasan cairan kimia lebih mudah pecah dan berukuran kecil sehingga dpt disisipkan ke dlm plastik berbahan lebih kuat berisi serbuk. Jika terjadi benturan, plastik yg lebih kecil akan robek sehingga cairan kimia akan keluar membanjiri plastik berisi serbuk.
Saat cairan dan serbuk kimia bercampur, terjadi reaksi endotermik sehingga suhu di dlm helm yg semula 32,2 derajat celsius dpt turun menjadi 11,5 derajat celsius. Cairan dingin di dlm bantalan helm berfungsi sebagai pengompres kepala.
”Suhu dingin di dlm helm ni hanya bertahan 25 menit. Karena itu, sifatnya hanya sebagai pertolongan pertama,” ujar Nara. Ia tak bersedia menyebut nama cairan dan serbuk kimia itu karena terikat kontrak dgn PT Sentral Bahana Ekatama.
Cairan dan serbuk dlm plastik dimasukkan ke bantalan helm di tiga sisi, yakni belakang, samping kiri, dan samping kanan. Penemuan bahan kimia itu tak terlepas dari kontribusi Gunawan yg mengarahkan Nara untuk membaca beberapa literatur kimia.
Nara mengungkapkan, serbuk dan cairan kimia dlm bantalan tersebut hanya dpt berfungsi jika dipasang pd helm yg memenuhi standar keamanan. ”Kalau helmnya lepas / pecah saat benturan, ya, sistem pendingin tak berguna,” kata Nara yg bercita-cita menjadi pilot ini.
Nara telah memperhitungkan bahwa kekuatan benturan yg diperkirakan akan membahayakan kepala akan memecahkan plastik berisi cairan kimia. Nara telah menguji coba kekuatan benturan menggunakan semangka yg dimasukkan ke dlm tiga helm berbeda kualitas, kemudian dijatuhkan dari ketinggian 6 meter. Semangka itu diibaratkan kepala manusia.
Hasilnya, di helm pertama yg berkualitas rendah, semangka tak pecah, tetapi helm pecah. Pada helm kedua dgn bahan memenuhi standar keamanan berkualitas sedang, semangka dan helm sama-sama tak pecah. Di helm terakhir yg berkualitas tinggi, semangka pecah, tetapi helm tak pecah.
Pengembangan
Helm pencegah gegar otak ni merupakan pengembangan dari helm berpendingin yg lebih dulu digagas saat Nara duduk di kelas VI SD. Nara berinisiatif menciptakan helm berpendingin karena merasa iba dgn ayahnya yg kerap merasa kepanasan saat menggunakan helm.
Helm berpendingin ni menggunakan gel sodium polyacrylate (biasa ditemukan dlm popok bayi dan pembalut wanita) yg diletakkan di atas tempurung helm dan dpt menampung air 100 mililiter. Adanya air, mampu menurunkan suhu di dlm helm hingga 21 persen.
Berkat helm berpendingin tersebut, Nara meraih medali emas dlm penghargaan International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Bangkok, Thailand.
”Gara-gara helm sebelumnya jadi juara dan dikontrak PT Sentral Bahana Ekatama, Nara jadi senang bereksperimen dgn helm,” kata Gunawan, ayah sekaligus pembimbing penelitian Nara.
Apa yg diraih Nara sejauh ni memang tak terlepas dari peran Gunawan yg berprofesi sebagai guru elektro dan karya ilmiah di SMP Kristen Petra 3 Surabaya. Sejak menginjak kelas II SD, Nara kerap ikut sang ayah ke laboratorium. Hal ni yg membuat Nara menyenangi eksperimen dan dunia penelitian.
”Ide awal selalu dari Nara. Saya hanya membantu mengarahkan Nara untuk mewujudkan ide-idenya itu,” ujar Gunawan yg mengaku menjadi ikut sibuk sejak anak sulungnya tersebut meraih penghargaan dlm berbagai perlombaan.
source : http://stackoverflow.com, http://hipwee.com, http://owunik.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar