Kepak Sayap Baru Sang Garuda
Ketika peluit tanda pertandingan antara Indonesia melawan Turkmenistan dibunyikan oleh wasit asal Australia B. Williams maka tidak ada satu warga Indonesia pun yg tidak gembira melihat pencapaian penuh keringat para pemain timnas Indonesia yg berhasil lolos ke babak selanjutnya dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 zona Asia. Semua kalangan, baik anak-anak, remaja, orang tua, bahkan kubu partai politik yg baru-baru ini mendapat masalah internal partainya bersuka-cita merayakan keberhasilan skuad merah-putih membungkam Turkmenistan dalam pertandingan yg mendebarkan.
#1. Boaz Solossa
Pemain terbaik Liga Super ini merupakan mimpi buruk bagi pertahanan tim tamu. Dengan kecepatan dan passing-passing akuratnya terbukti mampu mengacak-acak pertahanan Turkmenistan. Sumbangan assist masing-masing kepada Gonzalez dan Muhammad Ridwan sudah lebih dari cukup baginya hingga dianugrahi status man of the match.
#2. Christian "el loco" Gonzalez
Empat gol yg diciptakan oleh Christian "el loco" Gonzalez, Muhammad Nasuha dan Muhammad Ridwan hanya bisa dibalas tiga gol oleh pemain Turkmenistan yg pd babak pertama terlihat kagok bermain di lapangan sebagus dan semulus Stadium Utama Gelora Bung Karno.
Berikut ini adalah beberapa pemain timnas yg patut mendapat perhatian lebih saat pertandingan kemarin malam :
#2. Christian "el loco" Gonzalez
Gonzalez memang bukan keturunan asli Indonesia, ia mendapatkan status naturalisasinya setelah menetap cukup lama di tanah air, tapi kesungguhannya membela tim merah-putih tidak kalah dari pemain keturunan asli Indonesia sendiri. Pemain yg kini memperkuat Persib Bandung ini merupakan sosok striker yg sudah lama dinanti oleh publik sepak bola Indonesia. Sosok pemain yg bisa memanfaatkan kesempatan sekecil apapun untuk dikonversi menjadi gol, selain itu dgn lamanya jam terbang bermain di kompetisi Indonesia, membuatnya paham dgn pola permainan khas Indonesia. Terbukti dgn umur yg sudah kepala tiga ia masih bisa menjadi ujung tombak yg tajam bagi merah-putih, dan kemarin ia buktikan dgn suntingan dua gol ke gawang Turkmenistan.
#3. Ferry Rotinsulu
Gawang timnas kemarin memang bergetar tiga kali dalam kurun waktu kurang dari 20 menit, hal yg membuat moral pemain Turkmenistan kembali bangkit untuk mengejar ketertinggalan, tapi itu semua bukan kesalahan sang penjaga gawang ; Ferry Rotinsulu. Sepak terjang Ferry yg baru-baru ini berhasil mendepak koleganya ; Markus Horison ke bangku cadangan bisa dikatakan gemilang, apalagi jika kita memperhatika di awal-awal babak kedua dimana serangan bergelombang Turkmenistan mulai terjadi, kalau bukan Ferry yg berada di bawah mistar merah-putih, mungkin skor akhir pertandingan bukan 4-3 lagi untuk kemenangan Indonesia.
Selain pencapaian fantastis pemain timnas kita, pd saat yg sama kita masih melihat masalah klasik yg ada di tubuh timnas Indonesia. Faktor stamina, ya, faktor stamina yg kemudian berpengaruh kepada konsentrasi pemain dilapangan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Wim Rijsbergen selaku pelatih kepala dan Rahmad Darmawan selaku asisten pelatih. Tiga gol balasan yg terjadi di pertengahan babak kedua itu terjadi karena kurangnya konsentrasi di lini pertahanan Indonesia. Semoga masalah ini dapat segera diatasi dan cita-cita publik sepak bola Indonesia melihat tim kesayangannya berlaga di pentas Piala Dunia bisa terealisasikan.
MAJU TERUS PERSEPAKBOLAAN INDONESIA
JAYALAH WAHAI GARUDA


Komentar
Posting Komentar