6 Fakta Ritual Mumi dari Jepang, Dijamin Bikin Merinding...

Ritual ini bernama Sokushinbutsu, yg tersebar di daerah utara Jepang, tepatnya di Yamagata. Di sana kalian akan menemui 24 biksu yg telah menjadi mumi.
Dilihat dari teknik dan ritual yg dijunjung, ini tentu bukan mumi biasa. Mereka rela menyiksa diri mereka dalam jangka waktu yg lama untuk mendapatkan berkah dari Yang Maha Kuasa. Mereka rela menjadi menyendiri di kubur batu, sampai akhirnya jadi mumi. Praktik ini sendiri pertama kali dirintis oleh seorang kepala biara bernama Kuukai lebih dari 1000 tahun yg lalu di gunung Koya, Wakayama.
Ia melakukan prosesi yg rumit hingga akhirnya berhasil menjadi mumi dan orang yg suci. Bagaimana prosesinya? Silakan lihat di sini.
jonygoblog.blogspot.com - Kuukai adalah pendiri dari ajaran Shingon, sebuah sekte dari Budhisme yg berkembang di Jepang. Yang membedakan sekte ini dgn yg lain adalah gagasannya yg menuntun penganutnya rela mendapatkan berkah melalui penyiksaan fisik.
Dipercaya jika banyak para biksu yg menempuh ingin menempuh ritual ini. Dan hanya beberapa di antaranya saja yg berhasil ditemukan menjadi mumi. Menjadi mumi adalah tingkatan akhir dari sekte Shigon ini.
jonygoblog.blogspot.com - Seperti yg diberitakan sebelumnya. Ritual Sokushinbutsu adalah prosesi yg istimewa. Keistimewaan itu dapat dilihat dari rumitnya jalan yg harus dilalui oleh para biksu.
Proses mumifikasi ini berlangsung selama 10 tahun. Awalnya, para biksu calon mumi harus diet selama 1000 hari. Diet itu mewajibkan para biksu hanya makan makanan yg mengandung kacang dan biji-bijian saja. 1000 hari kemudian mereka harus makan kulit dan akar pohon. Hal itu ditujukan untuk menghilangkan lemak-lemak di tubuh.
jonygoblog.blogspot.com - Selepas melakukan diet selama 2000 hari berturut-turut. Para biksu kemudian diminta untuk meminum teh dari pohon Urushi. Yang mencengangkan, teh tersebut adalah teh racun.
Pasalnya, pohon Urushi, yg memiliki nama latin Toxicodendron Vernicifluum, adalah tumbuhan yg biasa dipakai untuk pernis kebutuhan porcelain. Racun yg terkandung di pohon Urushi dapat menyebabkan muntah-muntah dan hilangnya cairan tubuh dalam waktu singkat. Secara alamiah, hal itu juga dapat membuat mayat biksu jadi tidak akan dihinggapi oleh belatung.
jonygoblog.blogspot.com - Setelah minum teh dari pohon Urushi, kini para biksu yg taat itu harus mengunci dirinya sendiri di satu ruangan. Dengan keadaan yg lemas, para biksu itu akan berdiam diri di kubur batu yg selanjutnya akan jadi makamnya kelak.
Di sana mereka akan bersemedi dgn posisi suci bunga teratai. Mereka tidak diperbolehkan bergerak sedikit pun dan harus berkonsentrasi secara penuh. Hubungan dgn dunia luar hanya melalui sebuah lonceng yg dibunyikan tiap hari, sebagai penanda apakah biksu yg berada di kubur batu itu masih hidup atau telah tiada.
jonygoblog.blogspot.com - Jika lonceng sudah tidak berbunyi lagi di hari-hari selanjutnya, maka dipastikan para biksu yg menjalani Sokushinbutsu telah meninggal dunia. Setelah itu para biksu lainnya akan dgn segera mengeluarkan lonceng dan menutup secara rapat kubur batu di mana biksu tersebut meninggal dalam keadaan bertapa.
Para biksu yg lain akan menunggu hingga 1000 hari lagi dari proses mumifikasi. Setelah itu kubur batu lalu dibuka kembali, dan jika biksu tadi berhasil menjadi mumi, maka mereka akan dianggap sebagai Buddha. Mumi tersebut kemudian dipindahkan ke dalam biara.
jonygoblog.blogspot.com - Mungkin karena prosesnya bersifat menyiksa diri sendiri, pemerintah Jepang kemudian tidak memperbolehkan ritual Sokhushinbutsu. Sekte dari Shingon pun kini sudah berhenti mempraktekkan prosesi mumifikasi.
Para biksu yg menjadi mumi secara mandiri ini kemudian jadi objek wisata yg unik dan magis. Para biksu menganggap mereka masih hidup dan dapat melihat dunia nyata seperti layaknya masih hidup. Mumi-mumi ini dapat ditemui di Sakata, Oaminaka dan di Kaiko.











Komentar
Posting Komentar